Persib Tahan Puncak, Borneo FC Menggempur, Persis Solo Kabur dari Zona Degradasi – Klasemen BRI Super League 2025/2026 Mengguncang Musim Akhir

Persib Tahan Puncak, Borneo FC Menggempur, Persis Solo Kabur dari Zona Degradasi – Klasemen BRI Super League 2025/2026 Mengguncang Musim Akhir
Persib Tahan Puncak, Borneo FC Menggempur, Persis Solo Kabur dari Zona Degradasi – Klasemen BRI Super League 2025/2026 Mengguncang Musim Akhir

Keuangan.id – 13 Maret 2026 | Musim 2025/2026 BRI Super League kini memasuki fase krusial setelah 24 pertandingan. Persib Bandung masih memimpin klasemen dengan 57 poin, namun jarak tipis empat poin dari Borneo FC dan enam poin dari Persija Jakarta menjadikan puncak liga belum aman. Di sisi lain, Persis Solo berhasil keluar dari zona degradasi usai kemenangan telak 3-0 atas Bali United di Manahan, menambah dinamika persaingan di papan tengah.

Posisi Puncak Klasemen

Berikut rangkuman singkat posisi lima besar setelah laga pekan ke-25:

Posisi Tim Main Men Ser Gk Poin
1 Persib Bandung 24 18 4 2 57
2 Borneo FC 24 16 5 3 53
3 Persija Jakarta 24 15 6 3 51
4 Persis Solo 24 13 7 4 46
5 Arema FC 24 12 8 4 44

Persib masih unggul berkat performa konsisten di kandang, dibantu asistensi kreatif Berguinho yang kini mencatat tujuh assist dalam 19 penampilan. Namun, Borneo FC menunjukkan tren positif dengan dua kemenangan beruntun melawan Arema (3-1) dan Persebaya (5-1), serta hasil imbang 2-2 melawan Persija di Jakarta.

Persis Solo Bebas dari Zona Degradasi

Kemenangan 3-0 melawan Bali United menjadi titik balik bagi Persis Solo. Gol-gol yang dicetak oleh Milomir Seslija, Tumbas, dan Gomes tidak hanya menambah tiga poin, tetapi juga memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di kandang menjadi 12 laga. Dengan total 46 poin, Persis kini berada di zona aman, menjauh dari zona merah yang dulu mengancam klub dari Solo.

Selain itu, statistik pertahanan Persis menunjukkan perbaikan signifikan; mereka hanya kebobolan 28 gol selama 24 pertandingan, menurunkan rata‑rata kebobolan menjadi 1,17 per laga.

Borneo FC: Ancaman Nyata bagi Persib

Tim Fabio Lefundes terus menanjak. Rekor 11 kemenangan beruntun pada awal musim menjadi bukti kualitas taktik 4-3-3 yang menyeimbangkan serangan dan pertahanan. Borneo FC telah mencetak 47 gol dan kebobolan hanya 24, menghasilkan selisih gol +23, posisi kedua tertinggi di liga setelah Persib.

Beberapa pemain kunci turut memperkuat serangan tim: Mariano Peralta (11 gol, 3 assist), Juan Villa, serta Koido Obieta. Di lini belakang, Nadeo Argawinata kembali tampil impresif dengan 8 clean sheet, sementara bek Christope Nduwarugira menambah ketangguhan pertahanan.

Jadwal krusial menanti Borneo FC pada 15 Maret 2026, saat mereka menjamu Persib Bandung di kandang Samarinda. Kemenangan dalam laga ini dapat mengurangi jarak menjadi satu poin, mengubah tekanan pada Maung Bandung menjelang sepuluh pertandingan terakhir.

Persija Jakarta: Masih Memiliki Harapan

Persija berada di posisi ketiga dengan 51 poin. Meskipun tertinggal enam poin dari Persib, mereka masih dapat menutup selisih tersebut dengan performa maksimal di sisa sepuluh laga. Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menegaskan pentingnya konsistensi, terutama dalam pertemuan langsung melawan Persib yang dijadwalkan pada pekan akhir musim.

Tim Persija mengandalkan kecepatan sayap dan kreativitas gelandang tengah. Namun, mereka harus memperbaiki ketajaman akhir untuk mengubah peluang menjadi kemenangan.

Prediksi Akhir Musim dan Dampak pada Pencapaian

  • Persib Bandung diprediksi akan mempertahankan posisi puncak, mengingat kedalaman skuad dan dukungan fanatik.
  • Borneo FC memiliki peluang nyata untuk menutup selisih menjadi satu poin, terutama bila mereka dapat memanfaatkan laga tandang melawan Persib.
  • Persija Jakarta harus meningkatkan efisiensi serangan agar tidak semakin tertinggal.
  • Persis Solo kini fokus pada menjaga stabilitas poin, menghindari kembali ke zona degradasi.

Dengan sepuluh pertandingan tersisa, dinamika klasemen masih dapat berubah drastis. Penggemar sepak bola Indonesia diharapkan menyaksikan persaingan yang semakin sengit, sekaligus menantikan aksi-aksi dramatis yang dapat mengubah peta juara BRI Super League 2025/2026.

Secara keseluruhan, persaingan di puncak liga menunjukkan keseimbangan antara tim tradisional (Persib) dan tim yang sedang naik daun (Borneo FC). Jika Borneo FC berhasil menambah tiga poin penting, maka pertarungan akhir musim dapat menjadi satu dari yang paling menegangkan dalam sejarah liga ini.

Exit mobile version