Persib belum aman: Bojan Hodak ungkap musim terberat dalam tiga tahun, meski comeback dramatis 4-2

Persib belum aman: Bojan Hodak ungkap musim terberat dalam tiga tahun, meski comeback dramatis 4-2
Persib belum aman: Bojan Hodak ungkap musim terberat dalam tiga tahun, meski comeback dramatis 4-2

Keuangan.id – 02 Mei 2026 | Persib belum aman meski berhasil membalikkan keadaan menjadi kemenangan 4-2 atas Bhayangkara FC pada laga ke-30 pekan Super League 2025/2026. Pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, mengakui bahwa musim ini merupakan tantangan paling sulit dalam tiga tahun terakhir, sekaligus menegaskan bahwa timnya belum dapat bernafas lega di puncak klasemen.

Taktik Salah di Awal Laga Membuat Persib Tertinggal

Di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Persib memulai pertandingan dengan pendekatan yang terlalu defensif. Bernard Doumbia membuka keunggulan Bhayangkara pada menit ke-6, diikuti oleh gol Mousa Sidibe pada menit ke-26. Hodak menilai bahwa pemainnya memberi terlalu banyak ruang bagi lawan, sehingga serangan balik menjadi mudah dilakukan oleh Bhayangkara.

“Kami memasuki pertandingan dengan cara yang salah. Kami bermain terlalu defensif, padahal seharusnya tidak begitu. Kami memberi mereka banyak ruang untuk melakukan serangan balik,” ujar Hodak usai jeda pertama.

Bangkit di Babak Kedua: Agresi dan Eksekusi

Setelah jeda, Persib mengubah taktik menjadi lebih agresif. Federico Barba memperkecil ketertinggalan pada injury time babak pertama. Babak kedua dimulai dengan Berguinho menyamakan skor pada menit ke-49, diikuti Beckham Putra Nugraha yang memberi keunggulan pada menit ke-60. Adam Alis menutup kemenangan pada menit ke-89 setelah mencetak gol penentu.

Hodak memuji performa timnya di babak kedua, mencatat terciptanya tiga hingga empat peluang bersih secara konsisten. “Setelah tertinggal 2-0, kami mulai bangkit dan menciptakan peluang bersih. Lawan hampir tak lagi memiliki peluang,” tambahnya.

Analisis Mendalam: Mengapa Persib Belum Aman?

  • Kurangnya konsistensi dalam fase transisi menyerang.
  • Kesalahan penempatan pemain di lini belakang pada 20 menit pertama.
  • Kebutuhan meningkatkan pressing tinggi untuk menekan lawan sejak awal.

Hodak menegaskan bahwa meski hasil akhir positif, kerentanan pada fase awal harus segera diperbaiki agar tidak memberi peluang kepada tim lain yang berjuang menggapai poin.

Konteks Musim dan Tekanan Poin

Dengan kemenangan ini, Persib kembali memimpin klasemen sementara dengan 69 poin, selisih tipis dari pesaing utama. Namun, jadwal ke depan menantang, termasuk pertemuan melawan rival tradisional dan tim papan atas lainnya. Tekanan untuk mempertahankan posisi puncak membuat situasi tim tetap kritis.

Pernyataan Bojan Hodak: Musim Paling Sulit dalam Tiga Tahun Terakhir

“Saya tidak pernah merasakan tekanan sebesar ini sejak tiga musim terakhir. Setiap pertandingan terasa seperti final, dan kami harus terus beradaptasi,” kata Hodak. Ia membandingkan kondisi saat ini dengan musim 2022/2023, di mana Persib sempat terpuruk namun berhasil bangkit di paruh akhir.

Hodak menambahkan, “Kita harus belajar dari kesalahan taktik di awal laga. Jika tidak, poin yang kami kumpulkan sekarang bisa dengan mudah hilang di sisa musim.”

Secara keseluruhan, kemenangan dramatis melawan Bhayangkara FC menunjukkan potensi besar Persib, namun menegaskan kembali bahwa tim belum dapat beristirahat. Konsistensi, perbaikan taktik, dan mentalitas juara menjadi kunci utama untuk mengamankan gelar pada akhir musim.

Exit mobile version