Keuangan.id – 18 April 2026 | Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai pusat industri halal global. Untuk mendukung pertumbuhan sektor ini, Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) dan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNEKS) resmi menandatangani kesepakatan kolaborasi pada awal pekan ini.
Kerjasama ini difokuskan pada empat pilar utama:
- Standarisasi dan Sertifikasi: Mengoptimalkan proses sertifikasi halal bagi produk dan layanan, serta memperkuat standar kualitas yang sejalan dengan regulasi nasional.
- Pembiayaan Syariah: Menyediakan paket pembiayaan khusus bagi pelaku usaha halal, termasuk UMKM, melalui jaringan bank syariah anggota Asbisindo.
- Pengembangan SDM: Menyelenggarakan pelatihan dan program edukasi untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja di bidang halal.
- Digitalisasi Ekosistem: Membentuk platform digital terpadu yang memudahkan pelaku industri mengakses informasi sertifikasi, pendanaan, dan pasar.
Ketua Asbisindo, Budi Santoso, menyatakan, “Kolaborasi ini menjadi katalisator bagi pertumbuhan industri halal yang lebih inklusif dan berdaya saing. Dengan dukungan keuangan syariah yang tepat, pelaku usaha dapat lebih mudah mengakses modal dan memperluas jaringan pasar.”
Sementara itu, Ketua KNEKS, Dr. Siti Zahra, menambahkan, “Kita berkomitmen untuk menyelaraskan regulasi keuangan syariah dengan kebutuhan industri halal, sehingga tercipta ekosistem yang transparan, efisien, dan mendukung inovasi.”
Para analis memperkirakan bahwa sinergi ini dapat meningkatkan kontribusi sektor halal terhadap PDB Indonesia hingga 3 poin dalam lima tahun ke depan, serta membuka ribuan lapangan kerja baru, terutama di bidang produksi makanan, farmasi, dan pariwisata halal.
Dengan landasan hukum yang kuat dan dukungan dari lembaga keuangan syariah, diharapkan kolaborasi Asbisindo-KNEKS ini akan menjadi model bagi kemitraan lintas sektoral lainnya dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan berbasis nilai syariah.
