Berita  

Peringkat Kredit dan Literasi: Kunci Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Peringkat Kredit dan Literasi: Kunci Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Peringkat Kredit dan Literasi: Kunci Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Keuangan.id – 09 Mei 2026 | Peringkat kredit dan literasi merupakan dua aspek penting yang dapat mempengaruhi kualitas hidup masyarakat. Di Indonesia, peringkat kredit dan literasi masih menjadi tantangan besar yang perlu diatasi. Salah satu contoh adalah peringkat kredit yang diberikan oleh Grab Indonesia, yang menentukan pilihan konsumen dalam memilih merchant terbaik.

Menurut Country Marketing and Communication Head Grab, Melinda Savitri, peringkat dan ulasan pada merchant kuliner menentukan pilihan konsumen dalam mencari merchant terbaik yang relevan untuk mereka. Hal ini disebabkan karena mayoritas konsumen di Indonesia berada pada kelas menengah yang melakukan banyak pertimbangan sebelum memilih makanan, salah satunya dari peringkat dan ulasan pengguna lain.

Grab melakukan kurasi merchant yang memiliki bintang 5 dalam ulasan atau rating di dalam aplikasi untuk memudahkan masyarakat memilih makanan yang sesuai dengan preferensi mereka. Selain itu, keabsahan ulasan dan peringkat konsumen di aplikasi bisa relevan berdasarkan lokasi pengguna sehingga mudah menemukan makanan terbaik di sekitarnya.

Di samping itu, literasi juga menjadi aspek penting yang perlu ditingkatkan. Di Indonesia, minat baca anak-anak masih menjadi tantangan besar. Banyak anak kini lebih akrab dengan layar dibanding buku, sementara kebiasaan membaca perlahan mulai tergeser oleh hiburan instan yang serba cepat.

Oleh karena itu, kehadiran ruang sederhana seperti pojok baca mulai dipandang penting sebagai langkah kecil untuk membangun kembali budaya literasi sejak dini. Program pojok baca di SD Muhammadiyah Worawari, Kulon Progo, Yogyakarta, merupakan contoh nyata yang dapat meningkatkan minat baca dan memperluas wawasan siswa.

Program ini melibatkan 49 siswa dan 13 guru untuk mendukung pembentukan pola pikir kritis melalui kegiatan membaca. Selain menyediakan buku, siswa mendapatkan edukasi interaktif mengenai pengelolaan keuangan sederhana untuk membangun kebiasaan baik sejak dini.

Direktur PT Kredit Utama Fintech Indonesia, Anna Maria Chosani, mengatakan bahwa membangun kebiasaan membaca sejak dini menjadi langkah penting untuk membentuk pola pikir anak yang lebih kritis. Pojok baca bukan hanya fasilitas tambahan, tetapi juga bisa menjadi ruang yang membuka rasa ingin tahu anak-anak terhadap banyak hal.

Kepala SD Muhammadiyah Worawari, Sri Pujilestari, menilai keberadaan pojok baca dapat membantu siswa lebih dekat dengan budaya literasi di lingkungan sekolah. Dengan demikian, peringkat kredit dan literasi dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama anak-anak, untuk menjadi lebih baik dan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.

Exit mobile version