Keuangan.id – 07 Mei 2026 | Pada awal pekan pertama Mei 2026, akun Instagram resmi @ahmaddhaniofficial milik musisi sekaligus politisi Ahmad Dhani mengalami gangguan serius. Akun yang biasanya menampilkan konten musik, politik, dan kehidupan pribadi tiba‑tiba tidak dapat diakses, menandakan bahwa akun tersebut telah diretas.
Setelah tim teknis dari platform media sosial dan Kementerian Komunikasi serta Digital melakukan investigasi, diketahui bahwa peretas berhasil menembus dua‑faktor otentikasi dan mengambil alih kendali akun. Selama masa kontrol tidak sah, akun tersebut dipergunakan untuk memposting tawaran penjualan emas Antam palsu serta barang elektronik seperti iPhone dengan harga mencurigakan. Beberapa pengikut yang terpancing melakukan transfer uang, mengakibatkan kerugian total mencapai puluhan juta rupiah, termasuk satu kasus yang dilaporkan kehilangan Rp40 juta.
Laporan Hukum dan Tindakan Ahmad Dhani
Menanggapi insiden ini, Ahmad Dhani bersama kuasa hukumnya, pengacara Aldwin Rahadian, segera menyiapkan berkas laporan polisi. Pada Rabu, 6 Mei 2026, Rahadian menyatakan bahwa bukti‑bukti transaksi korban telah dikumpulkan dan akan diajukan ke kepolisian siber untuk menuntut pelaku dengan pasal “illegal access”. “Kami akan melaporkan besok karena sudah ada masyarakat yang dirugikan dan bukti transfer sudah siap,” ujarnya di Kemang, Jakarta Selatan.
Pengacara juga menegaskan koordinasi dengan para korban untuk mempercepat proses penyelidikan. “Kami mengajak korban bersama‑sama melaporkan agar pihak berwajib dapat mengusut pelaku lebih cepat,” tambah Rahadian.
Modus Penipuan dan Dugaan Sindikat
Menurut keterangan Ahmad Dhani, peretasan kali ini jauh lebih canggih dibandingkan modus phishing biasa. Ia menyebut bahwa peretas mampu melewati verifikasi dua‑faktor, sehingga menimbulkan dugaan bahwa pelaku merupakan bagian dari sindikat siber berpengalaman. Dhani menambahkan, “Kalau menurut saya ini hanya kamuflase saja. Ini sebenarnya pembunuh bayaran,” mengaitkan insiden dengan momentum kontroversi pribadi yang sedang ia bahas secara publik.
Investigasi awal menunjukkan bahwa sindikat tersebut beroperasi dari wilayah Sulawesi dan memiliki riwayat serupa pada kasus media sosial selebriti lain. Pihak berwenang masih mengumpulkan data teknis untuk mengidentifikasi jaringan kriminal tersebut.
Reaksi Keluarga dan Pengambilalihan Akun
Setelah akun berhasil dipulihkan pada 6 Mei 2026, Mulan Jameela, istri Ahmad Dhani, mengambil alih pengelolaan akun untuk mencegah unggahan yang dapat memicu kembali konflik. Dhani mengaku bahwa istri‑nya menyita akses lengkap, termasuk password, dan menegurnya karena postingan terakhir yang dianggap memicu peretasan.
“Saya dimarahin sama keluarga, terutama istri, gara‑gara posting terakhir itu,” ungkap Dhani dalam wawancara singkat. “Sekarang akun saya dipegang Mba Mulan, saya harus merayu supaya bisa kembali mengelola,” tambahnya dengan nada bercanda namun menunjukkan kekecewaan.
Pengambilalihan akun oleh Mulan Jameela dianggap langkah preventif untuk melindungi reputasi keluarga, mengingat riwayat perseteruan publik dengan mantan istri Maia Estianty yang sempat menjadi sorotan media. Mulan menegaskan bahwa ia akan lebih selektif dalam mengatur konten agar tidak menimbulkan provokasi.
Langkah Selanjutnya
Ahmad Dhani menegaskan bahwa proses hukum akan terus berlanjut hingga pelaku teridentifikasi dan korban mendapatkan kompensasi. Ia juga mengingatkan para pengikut untuk selalu memverifikasi keabsahan penawaran apapun yang muncul di media sosial, terutama yang mengatasnamakan dirinya.
Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana keamanan siber dapat berdampak pada reputasi publik figur, serta menimbulkan konsekuensi finansial bagi masyarakat luas. Pemerintah dan platform digital diharapkan memperkuat mekanisme perlindungan akun resmi para tokoh publik.
