Keuangan.id – 11 April 2026 | Bank-bank di Indonesia kini menunjukkan sikap lebih berhati-hati dengan menahan laju penyaluran kredit dan mengalihkan perhatian pada peningkatan dana CASA (Current Account Savings Account). Langkah ini diambil untuk menjaga likuiditas dalam situasi pasar yang masih penuh ketidakpastian.
Beberapa faktor utama yang mendorong kebijakan tersebut meliputi peningkatan biaya dana, penurunan permintaan kredit dari sektor riil, serta kebutuhan untuk memperkuat posisi likuiditas di tengah potensi volatilitas pasar. Dengan menurunkan volume kredit baru, bank dapat mengurangi tekanan pada sumber dana internal dan menambah cadangan likuiditas.
Bank juga secara konsisten menjaga Loan-to-Deposit Ratio (LDR) pada level yang lebih rendah daripada rata‑rata historis. Target LDR yang konservatif membantu mengurangi risiko kelebihan kredit dan memastikan adanya cukup dana untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. Berikut adalah gambaran umum target LDR yang biasanya diterapkan:
- Target LDR: 70‑80%
- LDR aktual saat ini: sekitar 75%
- Penurunan kredit baru membantu mempertahankan LDR dalam kisaran aman
Implikasi kebijakan ini bagi pelaku usaha dan konsumen antara lain keterbatasan akses kredit baru, terutama bagi usaha kecil dan menengah yang sangat bergantung pada pinjaman bank. Di sisi lain, fokus pada CASA dapat meningkatkan margin bunga bersih bank, yang pada gilirannya dapat menstabilkan profitabilitas sektor perbankan.
Ke depan, bank diperkirakan akan terus memantau perkembangan ekonomi makro serta kondisi likuiditas pasar. Bila permintaan kredit menunjukkan pemulihan yang signifikan, kebijakan penahanan kredit dapat dilonggarkan secara bertahap, sambil tetap menjaga LDR pada level yang sehat.
