Keuangan.id – 05 Mei 2026 | Kepemilikan asing atas Surat Berharga Negara (SBN) menurun tajam menjadi 12,75% pada April 2026, menandakan berkurangnya minat investor luar negeri.
Peran Sentral Bank Indonesia
Bank Indonesia (BI) dipandang sebagai ujung tombak dalam mempertahankan daya tarik SBN. Kebijakan likuiditas, penyesuaian suku bunga, dan penawaran instrumen baru menjadi bagian dari strategi yang diharapkan dapat menstabilkan permintaan.
Strategi Kunci BI
- Menjaga stabilitas pasar uang melalui operasi pasar terbuka.
- Menawarkan SBN dengan tenor beragam untuk menyesuaikan profil risiko investor.
- Mengoptimalkan mekanisme penawaran sekunder bagi investor domestik.
- Memperkuat koordinasi dengan otoritas pasar modal dalam regulasi kepemilikan asing.
Tren Kepemilikan Asing
| Tahun | Kepemilikan Asing (%) |
|---|---|
| 2024 | 18,00 |
| 2025 | 15,20 |
| 2026 (April) | 12,75 |
Jika tren ini berlanjut, BI harus terus mengadaptasi kebijakan moneter dan fiskal untuk menjaga likuiditas serta menarik kembali minat investor asing. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menstabilkan pasar obligasi, tetapi juga mendukung pembiayaan pembangunan negara.
