Keuangan.id – 17 Mei 2026 | Pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melambat signifikan pada Maret 2026. Menurut data terbaru, pertumbuhan KPR hanya mencapai 4,79%, jauh berbeda dengan tahun sebelumnya yang mencapai 16,31%. Hal ini menunjukkan bahwa bank telah menjadi lebih selektif dan hati-hati dalam salurkan kredit.
Penyaluran KPR yang melambat ini merupakan tindakan bank untuk menghindari risiko keuangan yang mungkin timbul dari kredit yang diberikan. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak bank telah mengalami kerugian besar karena kredit yang tidak berjalan seperti yang diharapkan. Oleh karena itu, bank telah menjadi lebih berhati-hati dalam memilih calon peminjam yang layak.
Penyaluran KPR yang melambat ini juga dapat mempengaruhi pasar properti. Jika banyak orang tidak dapat memperoleh kredit untuk membeli atau membangun rumah, maka permintaan akan properti dapat menurun. Hal ini dapat mempengaruhi harga properti dan potensi pendapatan dari investasi properti.
Secara keseluruhan, penyaluran KPR yang melambat ini merupakan tindakan yang bijak dari bank untuk menghindari risiko keuangan. Namun, hal ini juga dapat mempengaruhi pasar properti dan potensi pendapatan dari investasi properti.
