Berita  

Pentagon: Biaya Perang AS di Iran Tembus US$25 Miliar, Apa Dampaknya?

Pentagon: Biaya Perang AS di Iran Tembus US$25 Miliar, Apa Dampaknya?
Pentagon: Biaya Perang AS di Iran Tembus US$25 Miliar, Apa Dampaknya?

Keuangan.id – 13 Mei 2026 | Pemerintah Amerika Serikat telah menghabiskan dana sebesar US$29 miliar atau sekitar Rp507 triliun untuk biaya perang melawan Iran. Angka ini meningkat sebesar US$4 miliar dari perkiraan sebelumnya yang disampaikan oleh Departemen Pertahanan AS.

Pejabat keuangan Pentagon, Jules Hurst, memaparkan laporan tersebut di hadapan anggota parlemen. Hurst menjelaskan peningkatan pengeluaran ini bersumber dari biaya perbaikan peralatan dan pemeliharaan pasukan di Timur Tengah.

Dampak Perang terhadap Perekonomian

Beberapa pakar menilai beban finansial yang ditanggung pembayar pajak AS jauh lebih besar berdasarkan laporan Pentagon. Mereka berargumen, dampak perang terhadap perekonomian domestik, seperti lonjakan inflasi, belum dimasukkan ke dalam hitungan.

Anggota DPR AS, Ro Khanna, menyebut konflik ini bisa merugikan ekonomi negara hingga US$631 miliar. Menurut estimasi Khanna, perang di Iran telah membebani setiap rumah tangga AS hingga US$5.000 akibat kenaikan harga pangan dan bahan bakar.

Ekonom dari Universitas Harvard, Linda Bilmes, bahkan memberikan proyeksi yang lebih fantastis. Ia memprediksi total kerugian AS akibat perang ini bisa menyentuh angka US$1 triliun.

Kemampuan Militer AS

Sejumlah anggota parlemen mulai mencecar Pentagon terkait kemampuan militer AS dalam menjaga pasokan senjata. Namun, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menepis kekhawatiran tersebut saat bersaksi di hadapan komite.

Hegseth menegaskan pasokan senjata masih mencukupi meski laporan menunjukkan penggunaan rudal meningkat tajam. AS belum memiliki rencana jangka panjang di Iran; Presiden Trump menolak gencatan senjata dan militer menyiapkan opsi eskalasi maupun penarikan pasukan.

Gencatan senjata antara Washington dan Teheran yang rapuh semakin goyah. Trump baru saja mengatakan bahwa gencatan senjata sejak awal April itu berada dalam "kondisi kritis", setelah dia menolak proposal terbaru Iran.

Partai Demokrat dalam parlemen AS memanfaatkan sesi tanya-jawab itu untuk mengecam pemerintahan Trump atas membengkaknya biaya perang, dan apa yang mereka gambarkan sebagai kurangnya transparansi tentang tujuan AS dalam perang tersebut.

Dengan pemilu paruh waktu yang tinggal enam bulan lagi dan Partai Republik Presiden Donald Trump diperkirakan menghadapi tantangan berat mempertahankan mayoritas di DPR, Partai Demokrat memperoleh momentum dalam survei opini publik dengan mengaitkan perang tersebut terhadap persoalan biaya hidup.

Exit mobile version