Berita  

Pemprov DKI Jadwalkan Pemadaman Lampu Serentak, Hemat Rp140 Juta & Kurangi Emisi 77,5 Ton CO2e

Pemprov DKI Jadwalkan Pemadaman Lampu Serentak, Hemat Rp140 Juta & Kurangi Emisi 77,5 Ton CO2e
Pemprov DKI Jadwalkan Pemadaman Lampu Serentak, Hemat Rp140 Juta & Kurangi Emisi 77,5 Ton CO2e

Keuangan.id – 28 April 2026 | Jakarta, 27 April 2026 – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar aksi pemadaman lampu serentak pada Sabtu, 25 April 2026, sebagai bagian dari peringatan Hari Bumi. Selama satu jam, lampu-lampu penerangan di ruas-ruas jalan protokol, arteri utama, serta landmark kota seperti Monumen Nasional (Monas), Patung Arjuna Wiwaha, dan Balai Kota dimatikan. Aksi ini tidak hanya menjadi simbol solidaritas terhadap lingkungan, tetapi juga menghasilkan penghematan listrik yang signifikan serta penurunan emisi karbon.

Rincian Aksi Pemadaman Lampu

Pemadaman dimulai pukul 20.30 WIB dan berakhir pada 21.30 WIB. Seluruh titik penting di wilayah Jakarta, mulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Patung Jenderal Sudirman, mengalami kegelapan total selama 60 menit. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menyatakan bahwa aksi ini merupakan implementasi Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 tentang penghematan energi dan pengurangan emisi karbon.

Manfaat Energi & Lingkungan

Data yang diberikan oleh PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) menunjukkan bahwa pemadaman lampu berhasil menghemat konsumsi listrik sebesar 96,91 MWh. Dari penghematan energi tersebut, tercatat biaya listrik berkurang hingga Rp140.226.312. Lebih penting lagi, aksi ini menurunkan emisi karbon sebesar 77,53 ton CO2e, setara dengan penyerapan pohon mangga selama lebih dari 3.000 hari.

Parameter Hasil
Durasi Pemadaman 1 jam (20.30‑21.30 WIB)
Penghematan Listrik 96,91 MWh
Penghematan Biaya Rp140.226.312
Pengurangan Emisi 77,53 ton CO2e

Langkah-Langkah Praktis untuk Masyarakat

Dudi Gardesi menekankan bahwa perubahan perilaku rumah tangga dapat memperbesar dampak positif aksi ini. Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan:

  • Ganti lampu konvensional dengan lampu LED berdaya rendah.
  • Cabut peralatan elektronik yang tidak sedang digunakan.
  • Atur suhu pendingin ruangan (AC) pada suhu yang efisien, misalnya 24‑25°C.
  • Manfaatkan pencahayaan alami pada siang hari.

Langkah‑langkah tersebut, meskipun tampak kecil, dapat mengurangi konsumsi energi rumah tangga hingga 30 persen, sekaligus menurunkan jejak karbon secara keseluruhan.

Rencana Ke Depan

Pemprov DKI berkomitmen melanjutkan pemadaman lampu secara berkala setiap tahun, selaras dengan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada tahun 2030. Selain itu, pemerintah daerah akan memperluas program edukasi energi terbarukan, termasuk pemasangan panel surya di gedung‑gedung publik dan insentif bagi rumah tangga yang beralih ke energi bersih.

Dengan menggabungkan kebijakan publik, partisipasi masyarakat, dan dukungan sektor energi, DKI Jakarta berharap dapat menurunkan intensitas energi per kapita dan menjadikan kota ini contoh kota hijau di tingkat nasional.

Keberhasilan pemadaman lampu pada Hari Bumi menegaskan bahwa aksi kolektif, meskipun singkat, mampu menghasilkan dampak ekonomi dan lingkungan yang nyata. Pemerintah Provinsi mengajak seluruh warga Jakarta untuk terus mendukung inisiatif serupa, menjadikan hemat energi sebagai kebiasaan harian demi masa depan yang lebih berkelanjutan.

Exit mobile version