Pemerintah Tekankan: BBM Tetap Stabil di Tengah Konflik Iran‑AS‑Israel, Ini Faktanya

Pemerintah Tekankan: BBM Tetap Stabil di Tengah Konflik Iran‑AS‑Israel, Ini Faktanya
Pemerintah Tekankan: BBM Tetap Stabil di Tengah Konflik Iran‑AS‑Israel, Ini Faktanya

Keuangan.id – 01 April 2026 | Jakarta – Menyusul beredarnya rumor di media sosial bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akan naik hingga 10 % pada 1 April 2026, pemerintah secara tegas menegaskan bahwa tidak ada penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi.

Penegasan resmi dari Istana

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa setelah koordinasi intensif antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pertamina, keputusan akhir tetap mempertahankan harga BBM pada level bulan Maret 2026. Ia menambahkan keputusan tersebut diambil atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan prioritas kepentingan rakyat.

Alasan pemerintah tidak menaikkan harga BBM

Beberapa faktor menjadi pertimbangan utama. Pertama, pemerintah ingin menjaga daya beli masyarakat di tengah inflasi global yang dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Kedua, ketersediaan BBM dalam negeri masih terjamin, sehingga tidak ada tekanan logistik yang memaksa penyesuaian harga.

Pernyataan tersebut juga menanggapi spekulasi bahwa gangguan di Selat Hormuz – jalur utama transportasi minyak – dapat menimbulkan kekurangan pasokan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa mekanisme penentuan harga BBM nonsubsidi telah diatur pemerintah dan tetap mengikuti pergerakan energi global tanpa mengorbankan stabilitas domestik.

Respons Pertamina

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Roberth MV, menegaskan komitmen perusahaan untuk tidak melakukan penyesuaian harga. Ia menjelaskan langkah-langkah strategis yang diambil, termasuk penguatan koordinasi dengan pemasok serta optimalisasi sistem distribusi, untuk memastikan pasokan tetap aman dan terjangkau.

“Kami terus memantau pasar internasional dan memastikan bahwa distribusi energi tetap optimal di seluruh wilayah,” kata Roberth dalam keterangan resmi.

Langkah pemerintah dalam menenangkan publik

  • Menegaskan tidak ada rencana kenaikan harga BBM per 1 April 2026.
  • Mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
  • Mendorong penggunaan energi secara bijak untuk menghindari panic buying.
  • Menjamin ketersediaan BBM di semua SPBU nasional.

Selain itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengingatkan warga untuk tidak menimbun bahan bakar, mengingat pasokan tetap terjaga dan harga tidak akan berubah. Pemerintah berharap pernyataan ini dapat menenangkan kepanikan yang sempat muncul akibat rumor di media sosial.

Dengan kebijakan ini, pemerintah menegaskan komitmen menjaga stabilitas harga energi demi kesejahteraan masyarakat, sekaligus menunjukkan kesiapan menghadapi dinamika geopolitik yang dapat memengaruhi pasar energi global.

Exit mobile version