Keuangan.id – 28 April 2026 | Pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang sempat diharapkan dapat meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah kini terhenti. Gagalnya dialog tersebut memicu kepanikan di pasar energi global.
Akibat langsungnya, harga minyak dunia melonjak sekitar 3 persen dalam beberapa jam pertama. Kenaikan ini dipengaruhi oleh dua faktor utama: ketegangan geopolitik yang meningkat serta keterbatasan pasokan minyak di Selat Hormuz, jalur laut strategis yang mengalirkan sekitar satu pertiga produksi minyak dunia.
Dampak Kenaikan Harga Minyak
- Biaya transportasi dan produksi barang meningkat, menambah tekanan inflasi di banyak negara.
- Pasar saham energi mengalami volatilitas tinggi, dengan saham perusahaan minyak mencatat kenaikan signifikan.
- Negara importir minyak menghadapi beban anggaran yang lebih berat, terutama yang bergantung pada impor minyak mentah.
Pergerakan Harga dalam Angka
| Waktu | Harga Brent (USD/barrel) | Harga WTI (USD/barrel) |
|---|---|---|
| Sebelum terhenti | 78,20 | 74,50 |
| Setelah terhenti | 80,60 | 77,00 |
Para analis memperingatkan bahwa jika ketegangan di Selat Hormuz tidak segera mereda, kenaikan harga minyak dapat melaju lebih tinggi, menambah beban ekonomi global. Pemerintah beberapa negara telah menyiapkan langkah darurat, termasuk penyesuaian subsidi energi dan kebijakan fiskal untuk melindungi konsumen.
Sementara itu, komunitas internasional terus mendesak kedua belah pihak untuk kembali ke meja perundingan. Upaya diplomatik ini dianggap kunci untuk menstabilkan pasar energi dan mengurangi volatilitas yang merugikan.
