Keuangan.id – 17 April 2026 | Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) kembali melakukan pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan merilis Volume 2 untuk tahun 2026. Pembaruan ini menjadi landasan utama penyaluran bantuan sosial (bansos) pada triwulan II 2026, dengan tujuan menambah ketepatan sasaran dan mengurangi kesalahan inklusi maupun eksklusi.
Pembaruan DTSEN Volume 2: Apa yang Berubah?
Menurut Menteri Sosial Saifullah Yusuf, data dalam DTSEN bersifat dinamis. Selama proses verifikasi, sejumlah keluarga yang sebelumnya tidak terdaftar kini masuk dalam daftar penerima, sementara keluarga lain yang sebelumnya menerima dapat dikeluarkan karena terdeteksi sebagai inclusion error. Pada sesi konferensi pers tanggal 13 April 2026, disebutkan bahwa sebanyak 11.014 keluarga masuk dalam daftar exclusion error, artinya mereka tidak lagi memenuhi kriteria penerima bansos. Sebaliknya, terdapat 25.665 keluarga baru yang berhasil masuk ke dalam desil 1-4, yang merupakan kelompok paling membutuhkan bantuan.
Pembaruan tersebut mencakup 77.014 keluarga yang sebelumnya belum memiliki penetapan desil. Desil merupakan pengelompokan kesejahteraan berdasarkan sepuluh tingkat, dimana desil 1-4 menandakan tingkat kemiskinan paling tinggi dan menjadi acuan utama untuk alokasi dana bantuan.
Cara Cek Status Penerima Bansos 2026
Setelah data diperbarui, pemerintah mengimbau masyarakat untuk memverifikasi diri secara mandiri. Terdapat dua kanal utama yang dapat digunakan: aplikasi seluler “Cek Bansos” dan situs resmi Kemensos. Kedua kanal menampilkan fungsi pencarian nama atau nomor KTP serta fitur pengajuan sanggahan bila data masih belum sesuai.
- Langkah 1: Unduh aplikasi “Cek Bansos” dari Google Play Store atau Apple App Store.
- Langkah 2: Buat akun dengan mengisi nomor HP, alamat email, dan verifikasi melalui kode OTP.
- Langkah 3: Masuk ke menu “Cek Status”, lalu masukkan NIK atau nama lengkap.
- Langkah 4: Jika data tidak muncul atau terdapat kesalahan, pilih fitur “Sanggah dan Unggah” untuk mengirim bukti pendukung (misalnya slip gaji, kartu keluarga, atau surat keterangan).
- Langkah 5: Ikuti notifikasi selanjutnya; tim verifikasi akan meninjau sanggahan dan memperbarui status dalam jangka waktu yang ditentukan.
Untuk yang lebih suka menggunakan komputer, kunjungi portal resmi Kemensos, pilih bagian “Cek Bansos 2026”, lalu ikuti prosedur serupa dengan memasukkan NIK. Portal juga menyediakan panduan video singkat untuk membantu masyarakat yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Dampak Aktual dari Pembaruan Data
- 11.014 keluarga dikeluarkan dari daftar penerima karena inclusion error.
- 25.665 keluarga baru dimasukkan ke dalam desil 1-4, menambah total penerima potensial.
- 77.014 keluarga yang sebelumnya tidak memiliki desil kini telah diberi penetapan, memperluas cakupan bantuan.
- Pembaruan dilakukan melalui proses sanggahan publik, sehingga partisipasi masyarakat menjadi faktor kunci dalam validasi data.
Dengan data yang lebih akurat, pemerintah berharap penyaluran bantuan dapat lebih cepat, tepat, dan transparan. Penerima yang terdaftar di desil 1-4 dijanjikan akan menerima pencairan dana melalui pos, bank Himbara, atau lembaga keuangan lainnya, sesuai jadwal triwulan II 2026.
Kesadaran masyarakat untuk memeriksa status secara rutin menjadi elemen penting dalam mengurangi kesenjangan sosial. Bagi yang masih belum terdaftar, proses sanggahan kini dapat dilakukan secara digital, mengurangi birokrasi dan mempercepat respons pemerintah.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan bantuan sosial tahun 2026 dapat menjangkau mereka yang paling membutuhkan, sekaligus menegakkan akuntabilitas dalam penggunaan dana publik.
