Keuangan.id – 24 April 2026 | Pefindo memperkirakan bahwa penerbitan surat utang di sektor multifinance akan tetap aktif hingga akhir tahun 2026. Proyeksi ini didasarkan pada kebutuhan refinancing yang signifikan serta volume jatuh tempo yang diperkirakan mencapai Rp33,93 triliun.
Latar Belakang Pasar
Sektor multifinance di Indonesia terus tumbuh, didorong oleh peningkatan permintaan kredit konsumen dan perusahaan. Seiring dengan ekspansi ini, perusahaan multifinance semakin bergantung pada pasar obligasi untuk memperoleh dana jangka menengah hingga panjang.
Faktor Penyokong Proyeksi
- Kebutuhan refinancing besar karena banyak obligasi lama akan jatuh tempo dalam beberapa tahun ke depan.
- Ambisi perusahaan untuk memperkuat struktur permodalan melalui penerbitan surat utang baru.
- Kondisi likuiditas pasar yang masih relatif stabil, meski terdapat volatilitas global.
Data Jatuh Tempo Utama
| Jatuh Tempo (Triliun Rp) | Keterangan |
|---|---|
| 33,93 | Total nilai surat utang multifinance yang diperkirakan jatuh tempo dalam periode 2023‑2026. |
Jika tren ini berlanjut, penerbitan surat utang baru diperkirakan akan menjadi sumber utama pendanaan bagi perusahaan multifinance, sekaligus memberikan peluang bagi investor institusional yang mencari instrumen dengan imbal hasil relatif stabil.
