Keuangan.id – 14 April 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan dukungannya terhadap program prioritas pemerintah untuk membangun tiga juta unit rumah dalam beberapa tahun ke depan. Dukungan ini diwujudkan melalui penguatan kebijakan pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), yang berperan penting dalam memperlancar akses pembiayaan perumahan.
SLIK merupakan basis data terpusat yang menyimpan riwayat kredit nasabah di seluruh lembaga keuangan. Dengan kebijakan yang lebih kuat, OJK berharap data kredit dapat lebih akurat, cepat, dan mudah diakses oleh bank serta lembaga pembiayaan lainnya, sehingga proses persetujuan KPR menjadi lebih efisien.
Berikut beberapa langkah utama yang akan diambil OJK dalam rangka mempercepat pencapaian target tiga juta rumah:
- Memperluas cakupan data SLIK untuk mencakup pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi calon pembeli rumah pertama.
- Menyederhanakan prosedur verifikasi data sehingga waktu penilaian kredit dapat dipersingkat hingga tiga hari kerja.
- Memberikan insentif kepada bank yang menyalurkan kredit perumahan dengan suku bunga terjangkau kepada keluarga berpenghasilan rendah.
- Mengintegrasikan SLIK dengan sistem perencanaan pembangunan daerah guna memastikan ketersediaan lahan dan infrastruktur yang memadai.
- Mengadakan pelatihan reguler bagi petugas bank tentang pemanfaatan data SLIK secara optimal.
Penguatan kebijakan SLIK diharapkan dapat menurunkan tingkat penolakan aplikasi KPR, khususnya bagi calon pembeli yang belum memiliki catatan kredit yang kuat. Dengan data yang lebih transparan, risiko kredit dapat dikelola lebih baik, sehingga lembaga keuangan merasa lebih aman untuk memberikan pinjaman dengan persyaratan yang lebih lunak.
Pemerintah bersama OJK menargetkan bahwa pada akhir 2028, setidaknya 2,5 juta unit rumah akan telah selesai dibangun dan terjual, sementara sisanya akan diselesaikan pada akhir 2030. Keberhasilan program ini tidak hanya akan mengurangi kesenjangan perumahan, tetapi juga berpotensi meningkatkan pertumbuhan sektor konstruksi dan menciptakan jutaan lapangan kerja baru.
Dengan sinergi antara kebijakan regulasi, data keuangan yang terintegrasi, dan komitmen sektor swasta, OJK optimis bahwa target tiga juta rumah dapat tercapai tepat waktu, sekaligus memperkuat stabilitas keuangan nasional.
