Keuangan.id – 03 April 2026 | Mandiri Utama Finance (MUF) berhasil menurunkan rasio Non-Performing Financing (NPF) menjadi 1,34% meskipun sektor industri mengalami tekanan. Pencapaian ini menandakan kebijakan manajemen risiko yang ketat dan penyesuaian portofolio yang tepat.
Berikut rangkuman faktor utama yang mendorong penurunan NPF serta langkah-langkah strategis yang diterapkan MUF:
- Penguatan proses underwriting: MUF meningkatkan kriteria kelayakan kredit, menambahkan analisis cash flow yang lebih mendalam, dan mengadopsi sistem skor kredit internal.
- Segmentasi portofolio: Fokus pada segmen industri yang memiliki fundamental kuat, serta mengurangi eksposur pada subsektor yang menunjukkan tanda-tanda penurunan.
- Monitoring intensif: Tim kredit melakukan kunjungan rutin ke debitur, memantau kinerja operasional, dan melakukan restrukturisasi awal bila diperlukan.
- Penerapan teknologi: Penggunaan data analytics untuk mengidentifikasi pola risiko lebih awal, serta otomatisasi pelaporan untuk mempercepat respons.
- Kebijakan penyesuaian limit: Penyesuaian limit kredit secara dinamis berdasarkan evaluasi risiko terkini.
Data NPF MUF dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren penurunan yang konsisten, seperti tercantum pada tabel berikut:
| Tahun | NPF (%) |
|---|---|
| 2021 | 2,10 |
| 2022 | 1,68 |
| 2023 | 1,34 |
Strategi tersebut tidak hanya menurunkan rasio NPF, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor serta memperkuat posisi MUF di pasar pembiayaan industri. Dengan menjaga kualitas pembiayaan, MUF berharap dapat mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan meskipun kondisi ekonomi makro tetap menantang.
