Keuangan.id – 24 April 2026 | Bank Central Asia (BCA) mencatat penurunan NIM BCA pada kuartal pertama 2026, sementara laba bersih naik 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
| Ukuran | Q1 2025 | Q1 2026 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| NIM | 4,6 % | 4,5 % | -0,1 ppt |
| Laba Bersih | Rp10,2 triliun | Rp10,6 triliun | +4 % |
Faktor Penurunan NIM
Penurunan margin bersih dipengaruhi oleh penurunan suku bunga kredit, kenaikan biaya dana, serta persaingan ketat di segmen pembiayaan konsumen dan korporat. Bank juga meningkatkan alokasi dana ke instrumen non‑interest yang memberikan imbal hasil lebih rendah.
Kinerja Kredit dan Kualitas Aset
- Pertumbuhan kredit tetap positif, didorong oleh peningkatan pinjaman ritel dan usaha menengah.
- Rasio kredit bermasalah (NPL) tetap berada di level historis yang rendah, menunjukkan kualitas aset yang terjaga.
- Strategi diversifikasi portofolio membantu mengimbangi tekanan margin.
Respons Pasar
Saham BCA mengalami kenaikan modest, mencerminkan keyakinan investor terhadap kemampuan bank mempertahankan profitabilitas meski margin turun. Analis memperkirakan bahwa profitabilitas akan tetap kuat bila bank berhasil mengendalikan biaya operasional.
Manajemen BCA menargetkan stabilisasi NIM pada kuartal berikutnya melalui penyesuaian struktur pendanaan dan peningkatan efisiensi biaya, sambil terus memperkuat pertumbuhan kredit yang sehat.
