Keuangan.id – 31 Maret 2026 | Desa Sumowono, yang terletak di Kabupaten Semarang, berhasil menembus peringkat 15 besar dalam ajang Desa BRILiaN 2025 tingkat nasional berkat strategi pengembangan pasar tradisional, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemanfaatan inovasi digital.
Selama tiga tahun terakhir, pemerintah desa bersama tokoh masyarakat dan pelaku usaha melakukan serangkaian program yang menstimulasi pertumbuhan ekonomi lokal.
- Pengembangan pasar desa: Renovasi fasilitas pasar, penambahan kios modern, dan penerapan sistem manajemen persediaan yang terintegrasi.
- Pemberdayaan UMKM: Pelatihan keterampilan, akses permodalan melalui koperasi, serta pemasaran produk secara online.
- Inovasi digital: Implementasi aplikasi desa untuk transaksi digital, pemantauan stok barang, dan promosi produk melalui media sosial.
Berbagai indikator kunci menunjukkan peningkatan signifikan:
| Indikator | 2022 | 2025 |
|---|---|---|
| Jumlah UMKM aktif | 78 | 124 |
| Omset pasar per bulan (juta Rupiah) | 1,2 | 2,9 |
| Pengguna layanan digital (%) | 15 | 62 |
| Pendapatan desa dari pajak UMKM (juta Rupiah) | 0,8 | 2,1 |
Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Pemerintah Kabupaten Semarang menyediakan dukungan infrastruktur, sementara lembaga keuangan menawarkan kredit mikro dengan bunga bersaing. Selain itu, generasi muda desa memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan brand awareness produk lokal seperti kerajinan anyaman, makanan olahan, dan produk pertanian organik.
Pengelola pasar desa, Bapak Agus Prasetyo, menjelaskan bahwa digitalisasi memudahkan pedagang memantau stok secara real‑time dan menerima pembayaran non‑tunai, yang pada gilirannya meningkatkan kepercayaan konsumen. Sementara itu, pelaku UMKM seperti Ibu Siti Nurhaliza yang memproduksi sambal tradisional melaporkan kenaikan penjualan hingga 150% setelah memanfaatkan platform e‑commerce desa.
Dengan pencapaian ini, Desa Sumowono berharap dapat melanjutkan tren positif dan menembus posisi lima besar pada edisi selanjutnya. Rencana strategis mencakup pengembangan pusat inovasi desa, peningkatan konektivitas internet, serta program mentoring bagi wirausahawan pemula.











