Keuangan.id – 31 Maret 2026 | Jakarta, 30 Maret 2026 – PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG) melaporkan pendapatan jasa asuransi sebesar Rp2,79 triliun sepanjang tahun 2025, mencatat pertumbuhan 8,48% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,57 triliun.
Meskipun pendapatan meningkat, laba bersih perusahaan menurun signifikan sebesar sekitar 41%, dari Rp265,24 miliar pada 2024 menjadi Rp156,48 miliar pada 2025. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh kenaikan beban jasa asuransi dan reasuransi.
- Beban jasa asuransi naik menjadi Rp1,71 triliun, meningkat dari Rp1,44 triliun tahun sebelumnya.
- Beban kontrak reasuransi bersih tercatat Rp699,49 miliar, naik sedikit dari Rp684,01 miliar.
- Beban umum dan administrasi meningkat 3,95% menjadi Rp342,99 miliar.
- Beban keuangan dari kontrak asuransi mencapai Rp145,59 miliar.
Di sisi lain, pendapatan investasi perusahaan mencapai Rp162,61 miliar, sedangkan pendapatan keuangan dari kontrak reasuransi tercatat Rp117,56 miliar.
| Komponen | 2025 (Rp Miliar) | 2024 (Rp Miliar) |
|---|---|---|
| Pendapatan Jasa | 2.790.000 | 2.570.000 |
| Laba Bersih | 156,48 | 265,24 |
| Beban Jasa Asuransi | 1.710.000 | 1.440.000 |
| Beban Reasuransi Bersih | 699,49 | 684,01 |
| Beban Umum & Administrasi | 342,99 | 329,96 |
| Total Aset | 5.740.000 | – |
| Liabilitas | 3.580.000 | – |
| Ekuitas | 2.160.000 | – |
Total aset AMAG pada akhir 2025 tercatat Rp5,74 triliun, terdiri dari liabilitas Rp3,58 triliun dan ekuitas Rp2,16 triliun.
Saham AMAG mengalami tekanan pada sesi perdagangan Senin (30 Maret 2026), ditutup pada harga Rp430 per saham, turun 5,70% dibandingkan pembukaan Rp456.
Pergerakan keuangan ini menandakan tantangan bagi perusahaan dalam mengelola beban asuransi dan reasuransi di tengah pertumbuhan pendapatan yang moderat.











