Keuangan.id – 15 April 2026 | Motor listrik buatan MBG, Emmo JVX GT, akhir-akhir ini menarik perhatian publik setelah banyak yang menilai desainnya menyerupai model asal Tiongkok, Kollter ES1‑X Pro. Kontroversi ini memicu perbincangan hangat di kalangan pecinta otomotif, terutama mengenai perbedaan spesifikasi, harga, serta implikasinya bagi industri motor listrik dalam negeri.
Desain dan Kemiripan Visual
Emmo JVX GT menampilkan rangka aerodinamis dengan lampu LED yang terintegrasi serta lekukan bodi yang menyerupai model ES1‑X Pro. Namun, ada beberapa elemen yang membedakan, seperti logo MBG yang khas, penempatan panel instrumen, dan detail pada pelindung knalpot listrik.
Spesifikasi Teknis
| Fitur | MBG Emmo JVX GT | Kollter ES1‑X Pro |
|---|---|---|
| Daya Motor | 4,2 kW (≈5,7 hp) | 4,5 kW (≈6,0 hp) |
| Torsi | 150 Nm | 155 Nm |
| Jarak Tempuh | 120 km (dengan baterai 1,8 kWh) | 130 km (dengan baterai 2,0 kWh) |
| Waktu Pengisian | 3 jam (fast charge 0‑80%) | 2,5 jam (fast charge 0‑80%) |
| Berat | 98 kg | 95 kg |
Meski terdapat perbedaan kecil pada daya dan jarak tempuh, performa keduanya berada pada level yang sebanding, sehingga konsumen sulit membedakan kualitas hanya dari angka.
Isu Harga dan Penjualan
- Harga resmi Emmo JVX GT di pasar Indonesia dilaporkan sekitar Rp 22 jutaan.
- Beberapa penjual daring menawarkan motor serupa dengan harga lebih murah, menimbulkan spekulasi adanya impor tidak resmi atau versi “clone”.
- Pengguna mengeluhkan kurangnya transparansi soal garansi dan layanan purna jual bila motor dibeli melalui jalur non‑resmi.
Di sisi lain, MBG menegaskan bahwa semua unit yang dipasarkan di Indonesia merupakan produk asli dengan sertifikasi SNI serta dukungan jaringan layanan resmi.
Dampak bagi Industri Motor Listrik Nasional
Kontroversi ini menjadi pelajaran penting bagi produsen dalam negeri. Persaingan dengan produk impor, terutama yang menawarkan desain menarik dengan harga kompetitif, menuntut inovasi berkelanjutan dan penekanan pada nilai tambah seperti layanan purna jual, dukungan baterai, serta kebijakan harga yang jelas.
Para analis memperkirakan bahwa jika MBG dapat memperkuat jaringan dealer dan meningkatkan kualitas baterai, motor listrik buatan lokal memiliki peluang untuk mengukir pangsa pasar yang signifikan, mengingat pemerintah terus mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan.
