Misteri Kesuksesan Jamie Vardy: Dari Pesta Polisi Hingga Legenda Serie A yang Terlupakan

Misteri Kesuksesan Jamie Vardy: Dari Pesta Polisi Hingga Legenda Serie A yang Terlupakan
Misteri Kesuksesan Jamie Vardy: Dari Pesta Polisi Hingga Legenda Serie A yang Terlupakan

Keuangan.id – 02 Mei 2026 | Jamie Vardy, striker legendaris Leicester City, terus menjadi topik hangat dalam dunia sepakbola Indonesia. Dari cerita pesta yang memerlukan pengawalan polisi hingga langkah terbarunya di Serie A bersama US Cremonese, perjalanan Vardy mencerminkan semangat pantang menyerah yang menginspirasi banyak orang.

Masa Kejayaan di Leicester City

Puncak karier Vardy datang pada musim 2015/2016 ketika Leicester City mengukir keajaiban dengan meraih gelar Premier League pertama dalam sejarah klub. Dengan kecepatan, insting menyerang, dan etos kerja yang tak kenal lelah, Vardy mencetak lebih dari 20 gol dalam kampanye tersebut, menjadi figur kunci dalam skuad yang dipimpin Claudio Ranieri.

Pesta yang Memerlukan Pengawalan Polisi

Setelah kemenangan dramatis melawan Tottenham Hotspur pada 12 Mei 2016, Vardy dan rekan-rekannya merayakan di sebuah pesta pribadi di rumahnya. Kehebohan media melaporkan bahwa keamanan harus dipanggil untuk mengamankan acara tersebut, sehingga polisi mengawal tamu-tamu penting hingga pintu keluar. Peristiwa ini menjadi bukti betapa popularitas Vardy melambung tinggi, bahkan di luar lapangan.

Petualangan di Italia: US Cremonese

Setelah meninggalkan Leicester pada musim panas 2022, Vardy menandatangani kontrak dengan klub Serie A, US Cremonese. Meskipun tim berjuang di zona degradasi, Vardy berhasil mencetak lima gol dalam 25 penampilan, menunjukkan kemampuan adaptasinya di liga baru. Penampilan tersebut menambah babak baru dalam kariernya, sekaligus membuka peluang bagi pemain Inggris lainnya untuk menembus kompetisi Italia.

Nasib Rekan Setim 2015-16

Sepuluh tahun setelah keajaiban Leicester, sebagian besar pemain inti telah menapaki jalan yang berbeda. Berikut rangkuman singkat tentang mereka:

  • Kasper Schmeichel – Tetap bersama Leicester hingga 2022, kemudian beralih ke Nice dan Anderlecht, kini bermain untuk Celtic hingga Juni 2026.
  • Riyad Mahrez – Berpindah ke Manchester City pada 2018, mengumpulkan empat gelar liga, satu Champions League, dan kini bersinar di Al‑Ahli Saudi dengan dua gelar Asian Champions League.
  • N’Golo Kanté – Setelah kesuksesan di Chelsea, pindah ke Al‑Ittihad dan kini berkarier di Fenerbahçe.
  • Kasper Schmeichel – (Terulang di atas).
  • Danny DrinkwaterTransfer ke Chelsea pada 2017 yang berujung kegagalan, kini terjun ke bisnis properti.
  • Wes Morgan – Mantan kapten, pensiun 2021, kini menjadi pencari bakat untuk akademi Nottingham Forest.
  • Robert Huth – Mengelola pinjaman pemain Leicester, sedang mencari pekerjaan baru.
  • Christian Fuchs – Berkarier di MLS, menjadi asisten pelatih, dan pada 2025 ditunjuk melatih Newport County.
  • Marc Albrighton – Pensiun 2024, kini menjadi kontributor di BBC 5 Live dan bersedia kembali membantu Leicester bila diperlukan.

Potensi Bintang Baru yang Diincar Leicester

Meski kehilangan Vardy, Leicester City masih berambisi menggaet talenta muda yang dapat meniru jejaknya. Klub dikabarkan tengah memantau beberapa striker muda dari Serie B serta pemain muda Afrika Utara. Tantangannya tetap pada keuangan, mengingat kebijakan keuangan Fair Play yang ketat.

Kesimpulan

Jamie Vardy tetap menjadi simbol kegigihan dan keberanian. Dari pesta yang memerlukan pengawalan polisi hingga menorehkan gol di Serie A, setiap langkahnya menegaskan bahwa kerja keras dapat mengubah nasib. Sementara rekan-rekan setimnya menapaki jalur masing-masing, warisan Leicester 2015‑16 terus hidup dalam ingatan para penggemar. Vardy kini menutup babak terakhir kariernya di Italia, namun namanya akan selalu dikenang sebagai bagian penting dari salah satu kisah paling menakjubkan dalam sejarah sepakbola.

Exit mobile version