Berita  

Misteri HP Aktivis Hilang di Pelabuhan: Polisi Tangkap Pembunuh, Saksi Ungkap Modus Pencurian Brutal

Misteri HP Aktivis Hilang di Pelabuhan: Polisi Tangkap Pembunuh, Saksi Ungkap Modus Pencurian Brutal
Misteri HP Aktivis Hilang di Pelabuhan: Polisi Tangkap Pembunuh, Saksi Ungkap Modus Pencurian Brutal

Keuangan.id – 10 Maret 2026 | Polisi telah berhasil menangkap tersangka utama dalam kasus pembunuhan mantan pengurus Serikat Pekerja JICT yang ditemukan tewas di Pelabuhan Makassar pada Senin (9 Maret 2026). Sementara itu, HP milik korban yang diduga hilang pada saat kejadian kini menjadi fokus penyelidikan tambahan, mengingat pola serupa telah terjadi beberapa minggu sebelumnya.

Penangkapan Tersangka Pembunuhan

Menurut keterangan Kompol Hardjoko, Wakapolres Pelabuhan Makassar, tersangka bernama MR (19) ditangkap pada 10 Maret 2026 setelah melakukan laporan polisi nomor LP/B/08/II/2026/SEK UJUNG TANAH. MR diduga tidak memiliki pekerjaan tetap dan sebelumnya pernah terlibat dalam kasus pencurian serta penganiayaan.

“Kami menemukan jejak bukti yang kuat, termasuk sidik jari dan barang bukti yang terkumpul di lokasi kejadian,” ujar Hardjoko. “Korban, yang dikenal sebagai aktivis hak pekerja, sempat berkomunikasi dengan MR melalui media sosial Facebook selama satu tahun, dan bertemu kembali sekitar satu minggu sebelum tragedi terjadi.

Modus Kenalan Facebook yang Berujung Pada Pencurian HP

Kasus ini mengingatkan pada insiden lain yang terjadi di Pelabuhan Paotere pada 8 Februari 2026, di mana seorang mahasiswa asal Mamuju menjadi korban penipuan dan perampokan. Mahasiswa tersebut, yang dijuluki “korban” dalam laporan, dipancing oleh MR untuk bertemu di rumahnya pada pukul 17.00 WITA. Sesampainya, korban membawa tas berisi satu unit handphone dan uang tunai.

Selama pertemuan, MR mencampurkan minuman korban dengan zat-zat kimia, membuat korban tidak sadarkan diri. Saat korban terlelap, MR mencuri handphone serta uang tunai, kemudian melarikan diri. Minuman beracun tersebut kemudian dijadikan barang bukti oleh tim forensik.

Hubungan Kedua Kasus

Polisi mencatat bahwa modus yang dipakai dalam kedua peristiwa memiliki kemiripan signifikan: penggunaan identitas palsu di Facebook, ajakan pertemuan di lokasi pelabuhan, serta pencurian barang pribadi korban. “Kejadian ini menunjukkan adanya jaringan kecil yang memanfaatkan akses media sosial untuk memanipulasi korban, terutama mereka yang terlibat dalam gerakan aktivis atau mahasiswa,” kata Hardjoko.

Selain itu, hilangnya HP aktivis pada malam pembunuhan menambah kompleksitas penyelidikan. Menurut saksi mata, aktivis tersebut sempat menghubungi rekan-rekannya melalui telepon sebelum tubuhnya ditemukan. Namun, ponsel tidak ditemukan di lokasi, menimbulkan dugaan bahwa pelaku berusaha menyembunyikan jejak komunikasi.

Upaya Penegakan Hukum dan Tindakan Pencegahan

  • Polisi meningkatkan patroli di area pelabuhan, khususnya pada jam-jam rawan.
  • Pengawasan ketat terhadap aktivitas daring, terutama grup atau akun yang menawarkan pertemuan pribadi.
  • Pendidikan publik tentang bahaya pertemuan dengan orang yang belum dikenal secara langsung.
  • Pemulihan barang bukti dan analisis digital untuk melacak jejak elektronik HP yang hilang.

Dengan penangkapan MR, pihak berwenang berharap dapat mengungkap jaringan lebih luas yang mungkin terlibat dalam kejahatan serupa. Sementara itu, keluarga aktivis menunggu keadilan dan berharap barang berharga yang hilang, termasuk HP, dapat kembali.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat bahwa interaksi di dunia maya harus diimbangi dengan kewaspadaan ekstra, terutama ketika melibatkan pertemuan di tempat umum seperti pelabuhan.

Exit mobile version