Berita  

Meninggalnya Vidi Aldiano: Dari Visa Haji hingga Mawar Biru di TPU Tanah Kusir

Meninggalnya Vidi Aldiano: Dari Visa Haji hingga Mawar Biru di TPU Tanah Kusir
Meninggalnya Vidi Aldiano: Dari Visa Haji hingga Mawar Biru di TPU Tanah Kusir

Keuangan.id – 02 April 2026 | Vidi Aldiano, penyanyi, penulis lagu, dan aktor yang dikenal lewat lagu-lagu pop yang mengusung pesan positif, resmi meninggalkan dunia pada 7 Maret 2026 usia 35 tahun. Penyakit kanker ginjal yang dideritanya selama tujuh tahun terakhir akhirnya mengakhiri perjuangannya. Kepergian Vidi tidak hanya menimbulkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan jutaan penggemar, namun juga memicu beragam reaksi publik yang mengangkat berbagai aspek kehidupan sang artis.

Makam Vidi Menjadi Destinasi Ziarah

Setelah pemakaman di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, makam Vidi Aldiano menjadi titik kumpul para peziarah. Data dari layanan peta daring menunjukkan peningkatan kunjungan yang signifikan, bahkan Google Maps menandai lokasi tersebut sebagai tempat yang ramai dikunjungi. Pengunjung biasanya membawa bunga, menyalakan lilin, dan mengucapkan doa untuk almarhum. Fenomena ini mencerminkan betapa kuatnya ikatan emosional antara Vidi dan publik.

Keluarga Bagikan Warisan Pakaian

Ayah Vidi, Harry Kiss, mengungkapkan keputusan keluarga untuk membagikan pakaian-pakaian Vidi kepada para pelayat dan petugas pemakaman. “Kata Bu Besba, daripada mubazir, kami bagikan agar ada yang pakai,” ujar Harry di lokasi pemakaman pada 29 Maret 2026. Lebih dari seratus set pakaian, termasuk jaket, kaos, dan celana yang dipakai saat penampilan, akan disalurkan. Lima hingga sepuluh buah pakaian dipertahankan untuk dibuatkan “petilasan” atau ruang peringatan khusus. Mikrofon biru Vidi yang dianggap bernilai tinggi telah diwakafkan.

Visa Haji Pasca Meninggal

Keanehan lain muncul ketika visa haji Vidi Aldiano secara tak terduga terbit pada awal April 2026. Harry Kiss menjelaskan bahwa visa tersebut memang ditujukan untuk Vidi, namun karena sang anak telah tiada, keluarga memutuskan untuk membatalkan haji atas nama Vidi. Seorang kerabat atau sahabat dipilih untuk menunaikan ibadah haji sebagai penghormatan, sementara istri Vidi, Sheila Dara, sebelumnya memang berencana menunaikan haji bersama Vidi.

Eric Nam Ungkap Penghormatan

Penyanyi Korea‑Amerika Eric Nam memberikan pernyataan haru dalam wawancara eksklusif pada 31 Maret 2026. Ia menyebut Vidi sebagai “teman tulus” yang selalu menyambutnya dengan hangat setiap kali berkunjung ke Jakarta. Eric menekankan bahwa karakter Vidi yang inklusif dan musiknya yang mengusung kehangatan meninggalkan jejak kuat di hati banyak orang, baik di Indonesia maupun di kancah internasional. Kolaborasi video YouTube mereka pada September 2023 menjadi bukti kimia alami yang tidak dapat digantikan.

Warisan Musik dan Budaya

Selain aspek spiritual dan administratif, warisan Vidi Aldiano tetap hidup lewat karya musiknya. Lagu-lagu seperti “Senyumin Dulu Aja” terus diputar di platform streaming, menjadi pengingat bahwa karya yang lahir dari hati yang tulus tidak akan pudar. Para penggemar kini mengenakan pakaian berwarna biru pada peringatan ulang tahun Vidi, mengingatkan pada warna favorit sang artis yang sekaligus menginspirasi istilah “Mawar Vidi”. Mawar biru ini dijual oleh para penjual bunga di sekitar TPU Tanah Kusir dan menjadi simbol keabadian ingatan.

Keseluruhan peristiwa mencerminkan betapa Vidi Aldiano tidak hanya dikenang sebagai musisi, melainkan juga sebagai figur yang menginspirasi kebaikan, kehangatan, dan rasa kebersamaan. Dari pemakaman yang ramai, pakaian yang disumbangkan, hingga visa haji yang diubah menjadi penghormatan, semua mengukir cerita tentang seorang artis yang tetap hidup dalam kenangan kolektif masyarakat Indonesia.

Exit mobile version