Berita  

Mengenal Keistimewaan Hari Arafah dan Panduan Amalan Sebelum Haji

Mengenal Keistimewaan Hari Arafah dan Panduan Amalan Sebelum Haji
Mengenal Keistimewaan Hari Arafah dan Panduan Amalan Sebelum Haji

Keuangan.id – 09 Mei 2026 | Hari Arafah merupakan salah satu hari paling istimewa dalam kalender Islam, terletak pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah, tepatnya hari kesembilan. Pada hari ini, seluruh jemaah haji melakukan wukuf di Arafah, yang merupakan rukun haji yang paling agung.

Hari Arafah memiliki keistimewaan tersendiri jika dibandingkan dengan hari-hari lainnya. Pada hari ini, Allah SWT membebaskan orang-orang yang wukuf di Arafah dari neraka, demikian juga umat Islam yang tidak sedang melakukan wukuf. Mengenai hal ini, dijelaskan dalam sebuah hadits dari Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tiada hari ketika dibebaskannya ahli neraka dengan begitu banyak daripada hari Arafah, karena sesungguhnya Allah menghampiri para malaikat kemudian membangga-banggakan di hadapan mereka dan berfirman: ‘Apakah yang dikehendaki mereka itu?”

Prediksi Hari Arafah 2026

Jika merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama (Kemenag) RI, hari Arafah diperkirakan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Pergantian hari dalam kalender Hijriah terjadi saat matahari terbenam, sehingga hari Arafah dimulai sejak Senin, 25 Mei 2026 setelah magrib.

Meski begitu, tanggal tersebut masih bersifat prediksi. Kepastian resmi hari Arafah masih harus menunggu hasil sidang isbat penetapan awal Zulhijah pada akhir Zulkaidah nanti.

Puasa Sunnah pada Hari Arafah

Dinukil dari buku Fiqih karya Hasbiyallah, puasa Arafah terbilang paling afdhal, karena bertepatan dengan wukuf jemaah haji di padang Arafah. Hal ini berdasarkan hadits yang diterima oleh Abu Qatadah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Puasa Arafah adalah penghapus dosa tahun lalu dan tahun depan”.

Panduan Amalan Harian Menjelang Keberangkatan Haji

Menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci bukan sekadar keberangkatan fisik, melainkan perjalanan panjang yang dimulai dari rumah, dari hati, dan dari kebiasaan sehari-hari yang ditata jauh sebelum pesawat lepas landas. Untuk itu, penting bagi calon jemaah untuk memahami panduan amalan harian menjelang keberangkatan haji.

Waktu menjelang haji adalah masa krusial untuk mempersiapkan diri secara bertahap, sebuah proses tadrij, yang jika dilakukan dengan konsisten akan melahirkan kesiapan lahir dan batin yang paripurna.

Oleh karena itu, calon jemaah haji perlu mempersiapkan diri dengan amalan-amalan yang baik, seperti puasa sunnah, shalat malam, dan membaca Al-Quran. Dengan demikian, mereka dapat meningkatkan kualitas iman dan takwa, serta mempersiapkan diri untuk menerima pengalaman spiritual yang mendalam di Tanah Suci.

Dengan memahami keistimewaan hari Arafah dan mengamalkan panduan amalan harian menjelang keberangkatan haji, calon jemaah dapat meningkatkan kualitas ibadah mereka dan meraih pengalaman spiritual yang mendalam di Tanah Suci.

Exit mobile version