Keuangan.id – 11 April 2026 | Bank BPD Bali melaporkan kinerja yang kuat pada kuartal pertama tahun 2026, sekaligus menegaskan target untuk naik kelas menjadi Bank Kategori Menengah I (KBMI 2) pada akhir tahun. Pencapaian utama meliputi peningkatan modal inti, aset, kredit, serta dana pihak ketiga (DPK) yang semuanya berada pada level positif dibandingkan tahun sebelumnya.
Data Kunci Triwulan I 2026
- Modal inti mencapai Rp5,7 triliun, mendekati batas minimum KBMI 2 (di atas Rp6 triliun).
- Aset naik 8,23% YoY menjadi Rp42,71 triliun.
- Penyaluran kredit tumbuh 8,66% YoY menjadi Rp25,29 triliun.
- DPK meningkat 5,36% YoY menjadi Rp35,46 triliun.
- Kredit UMKM menyumbang 52,09% dari total portofolio kredit.
- Fee‑based income naik 24,18% YoY berkat layanan digital.
- Rasio NPL (gross) tetap rendah di 0,84% dengan coverage ratio 454,52%.
- Rasio CASA mencapai 66,13% menandakan struktur pendanaan yang efisien.
- Pengguna BPD Bali Mobile tercatat 282.677 orang per Maret 2026.
- BOPO berada pada 60,12%, menunjukkan kontrol biaya yang baik.
- ROA 4,31% dan ROE 30,03% menegaskan profitabilitas yang kuat.
- LDR 71,32% mencerminkan keseimbangan penyaluran kredit dengan dana yang dihimpun.
Fokus pada UMKM dan Program KUR
Bank BPD Bali menekankan dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga Maret 2026, bank telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp550,9 miliar dan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp78,41 miliar. Program KUSUMA, yang ditujukan untuk graduasi debitur KUR, menghasilkan penyaluran sebesar Rp1,27 triliun, menandakan efektivitas upaya meningkatkan kualitas usaha.
Digitalisasi dan Pendapatan Non‑Bunga
Transformasi digital menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan non‑bunga. Platform BPD Bali Mobile, QRIS Tuntas, QRIS Mobile NFC, serta pengembangan pembayaran online KKI telah memperluas kanal transaksi nasabah. Peningkatan transaksi digital berkontribusi pada kenaikan fee‑based income sebesar lebih dari dua puluh persen.
Manajemen Risiko dan Efisiensi Operasional
Bank tetap menjaga kualitas aset dengan NPL yang rendah dan rasio pencadangan yang tinggi. Struktur pendanaan yang didominasi oleh dana murah (CASA) serta pengendalian biaya operasional (BOPO 60,12%) memperkuat profitabilitas. Selain itu, bank terus meningkatkan keamanan siber dan perlindungan data untuk mendukung layanan digital yang terus berkembang.
Dengan dasar fundamental yang kuat, Bank BPD Bali optimis dapat mencapai status KBMI 2 pada akhir 2026, memperkuat peranannya dalam perekonomian daerah dan meningkatkan layanan kepada nasabah.
