Keuangan.id – 14 April 2026 | Jawa Pos – Setelah menorehkan kemenangan telak 3-0 atas Persebaya Surabaya pada laga pekan ke-12 Liga 1, pelatih asal Brasil Mauricio Souza dan gelandang berpengalaman Rizky Ridho menegaskan keyakinannya bahwa Persija Jakarta dapat menghentikan dominasi Bhayangkara FC yang tengah memecahkan rekor kompetisi.
Dominasi Persija di Stadion GBK
Pertandingan klasik di Stadion Gelora Bung Karno pada Sabtu (11/4/2026) menyaksikan Macan Kemayoran menampilkan permainan agresif dan terstruktur. Allano Lima membuka skor lewat eksekusi penalti pada menit ke-17 setelah Eksel Runtukahu dijatuhkan di dalam kotak penalti. Gol pembuka itu memicu serangan lanjutan, dan pada menit ke-54 Eksel menambahkan dua gol lagi lewat brace yang mematikan, menjadikan skor akhir 3-0 untuk keunggulan Persija.
Statistik pertandingan menunjukkan penguasaan bola Persija mencapai 67 persen, jauh di atas 33 persen milik Persebaya. Tim asuhannya juga mencatat 12 tembakan, enam di antaranya tepat sasaran, sementara lawan hanya menghasilkan sepuluh tembakan tanpa satu pun mengarah ke gawang.
Komitmen Pelatih dan Pemain
Sesudah kemenangan, Mauricio Souza mengungkapkan kepuasannya atas performa tim. “Kami berhasil menampilkan potensi terbaik, mengendalikan pertandingan secara keseluruhan, dan tetap seimbang antara serangan dan pertahanan,” ujar Souza dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa meskipun ada enam peluang yang belum berbuah gol, skuad tetap menunjukkan mentalitas yang kuat.
Rizky Ridho, yang menjadi ujung tombak lini tengah, menegaskan pentingnya konsistensi. “Kami harus terus menekan lawan, menjaga ritme permainan, dan tidak memberi ruang bagi tim lain untuk bangkit,” katanya. Rizky menyoroti kontribusi kolektif tim dalam menciptakan peluang, serta peran pertahanan yang solid dalam menahan serangan balik lawan.
Bhayangkara FC dan Rekor yang Mengancam
Sementara Persija terus memperbaiki catatan, Bhayangkara FC tengah mengukir rekor mengesankan: 15 pertandingan tak terkalahkan dan mencatatkan rata‑rata poin per laga tertinggi sejak awal musim. Rekor tersebut menempatkan Bhayangkara sebagai tim favorit merebut gelar juara, sekaligus menjadi tantangan psikologis bagi pesaing lain.
Dalam wawancara terpisah, Souza mengakui bahwa Bhayangkara menjadi target utama. “Kami tahu apa yang sedang terjadi di liga. Rekor Bhayangkara memang menakutkan, namun kami yakin dengan kerja keras, taktik yang tepat, dan semangat tim, Persija dapat menghentikannya,” tegasnya.
Strategi Menghadapi Bhayangkara
- Tekanan Tinggi: Menggunakan formasi 4‑3‑3 dengan gelandang tengah menekan ruang passing Bhayangkara, mengurangi waktu penguasaan bola.
- Serangan Balik Cepat: Memanfaatkan kecepatan Rizky Ridho dan eks‑penyerang lokal untuk melancarkan serangan balik saat Bhayangkara menekan maju.
- Kedisiplinan Defensif: Memperkuat lini belakang dengan pengalaman pemain veteran, memastikan tidak ada celah pada set‑piece.
- Rotasi Pemain: Menjaga kebugaran pemain inti menjelang laga penting, terutama menjelang pertemuan dengan Bhayangkara pada pekan berikutnya.
Harapan Fans dan Dampak Sosial
Jakmania menyambut optimisme pelatih dan pemain dengan antusiasme tinggi. Media sosial dipenuhi dukungan, menuntut tim untuk terus menorehkan kemenangan dan mengusir dominasi Bhayangkara. Selain prestasi di lapangan, kemenangan berkelanjutan Persija juga berdampak pada ekonomi lokal, meningkatkan penjualan merchandise, tiket, dan aktivitas komersial di sekitar stadion.
Dengan momentum positif setelah menyingkirkan Persebaya, Persija menatap agenda selanjutnya dengan keyakinan. Pertandingan melawan Bhayangkara FC dijadwalkan pada Minggu (20/4/2026) di Stadion Utama, dan seluruh elemen klub siap memberikan yang terbaik.
Jika Persija berhasil mengalahkan Bhayangkara, tidak hanya akan mematahkan rekor tak terkalahkan, tetapi juga menegaskan kembali posisi klub sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Indonesia. Keberhasilan tersebut akan menjadi bukti nyata bahwa strategi, semangat tim, dan dukungan suporter dapat mengubah dinamika kompetisi.
Dengan catatan kemenangan yang terus menumpuk, dukungan tak terbatas dari suporter, serta keyakinan penuh dari Mauricio Souza dan Rizky Ridho, Persija Jakarta berada di jalur yang tepat untuk menantang dominasi Bhayangkara FC dan meraih gelar juara Liga 1 musim ini.
