Keuangan.id – 09 April 2026 | Selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 H, penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik PT PLN (Persero) melonjak tajam, menandakan tren mudik kendaraan listrik (EV) yang semakin menguat di tanah air.
Peningkatan Penggunaan SPKLU Selama RAFI
Data resmi PLN menunjukkan total transaksi pengisian daya mencapai 303.234 kali pada 12–31 Maret 2026, meningkat 4,14 kali lipat dibandingkan 73.161 transaksi pada periode yang sama tahun 2025. Konsumsi listrik dari kendaraan listrik pun naik signifikan, mencapai 7,16 juta kilowatt‑hour (kWh) dibandingkan 1,75 juta kWh tahun sebelumnya.
- Jumlah SPKLU aktif: 4.769 unit tersebar di 3.097 titik di seluruh Indonesia.
- Rata‑rata jarak antar SPKLU: sekitar 22 km.
- Unit di jalur mudik utama (Sumatra, Jawa, Bali): 1.681 unit di 994 titik, naik sekitar 70 % dari tahun lalu.
- SPKLU mobile: 15 unit ditempatkan strategis di exit tol dengan dukungan ribuan personel siaga.
Penambahan infrastruktur ini didukung oleh modernisasi teknologi pengisian, dimana beberapa stasiun beralih dari standar charging ke fast charging dan ultra‑fast charging, mempercepat proses pengisian bagi para mudik.
Faktor Lingkungan Memperkuat Permintaan EV
Riset Litbang Kompas yang melibatkan 500 responden dari lima provinsi (Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan) mengungkapkan persepsi masyarakat terhadap kendaraan listrik sangat positif. Sebanyak 60 % responden mengaku pernah mengalami atau memiliki anggota keluarga yang terdampak gangguan kesehatan akibat polusi udara dalam beberapa bulan terakhir.
Wirdatul Aini, peneliti Litbang Kompas, menyatakan, “Masyarakat sudah mengasosiasikan kuat kendaraan listrik sebagai solusi ramah lingkungan, terutama untuk mengurangi polusi udara dan suara.” Mayoritas responden mendukung kebijakan pemerintah yang mempercepat adopsi EV, meski sebagian kecil masih khawatir tentang kesiapan infrastruktur.
Langkah PLN dalam Menunjang Mobilitas Bersih
PLN tidak hanya menambah kuantitas SPKLU, tetapi juga memperkuat layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile. Fitur‑fitur terbaru meliputi:
- Electric Vehicle Digital Services (EVDS): integrasi layanan SPKLU dalam satu platform.
- Trip Planner: membantu pengguna merencanakan rute dengan menampilkan lokasi dan ketersediaan konektor.
- AntreEV: pemantauan antrean secara real‑time.
- EV‑TAP: sistem pembayaran elektronik yang mempercepat proses transaksi, khususnya di jalur Trans Jawa.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa peningkatan penggunaan SPKLU selama mudik menjadi indikator kepercayaan publik terhadap kendaraan listrik. “Kami akan terus memperkuat infrastruktur dan layanan agar masyarakat semakin nyaman beralih ke energi bersih,” ujarnya.
Dengan dukungan kebijakan nasional, kesiapan infrastruktur, serta kesadaran lingkungan yang meningkat, tren mudik EV diprediksi akan terus menguat pada Lebaran mendatang. Pengalaman tahun ini menunjukkan bahwa kombinasi antara penambahan titik pengisian, teknologi pengisian cepat, dan layanan digital dapat mengatasi kekhawatiran konsumen terkait jarak tempuh dan waktu pengisian.
Kesimpulannya, lonjakan penggunaan SPKLU selama periode mudik tidak hanya mencerminkan pertumbuhan adopsi kendaraan listrik, melainkan juga menegaskan peran penting kebijakan energi bersih dalam mengurangi polusi udara. Jika momentum ini terus dipertahankan, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target transportasi rendah emisi pada dekade berikutnya.
