Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya
Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Keuangan.id – 09 April 2026 | JakartaInvestor veteran Lo Kheng Hong kembali menarik perhatian pasar dengan akumulasi saham PT Intiland Development Tbk (DILD) dan PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) pada awal 2026. Langkah ini memperkuat reputasinya sebagai penganut strategi value investing.

Penambahan Saham Gajah Tunggal (GJTL)

Pada 7 April 2026, harga penutupan GJTL berada di Rp1.090, turun 1,80 % pada hari itu namun mencatat kenaikan 4,31 % secara year‑to‑date. Lo Kheng Hong membeli 1.240.000 lembar pada 2 April, meningkatkan kepemilikan menjadi 219,47 juta lembar atau 6,30 % dari total saham.

Penambahan Saham Intiland (DILD)

Hingga 1 April 2026, Lo Kheng Hong memegang 707.053.000 lembar saham DILD (6,82 %). Ini naik dari 695.069.100 lembar pada akhir 2025, menandakan penambahan sekitar 11,98 juta lembar selama tiga bulan pertama tahun ini. Harga DILD berada di Rp123 per lembar, terkoreksi 12,77 % YtD, yang menurutnya menjadi peluang beli.

Strategi Investasi

Lo menegaskan bahwa keputusan membeli semata‑mata karena “harganya lagi turun”. Pendekatannya konsisten dengan prinsip value investing: membeli saham ketika harga pasar berada di bawah nilai intrinsik, terutama pada saat pasar sedang cemas.

Profil Singkat Lo Kheng Hong

  • Lahir 20 Februari 1959 di Jakarta.
  • Memulai karier sebagai pegawai tata usaha bank dengan gaji Rp50.000 per bulan pada 1979, sambil menempuh kuliah malam.
  • Kariernya berubah setelah deregulasi perbankan 1988, yang meningkatkan pendapatannya.
  • Sejak 1980-an, ia menolak deposito dan fokus pada saham yang dinilai murah.
  • Dikenal sebagai “Warren Buffett Indonesia” karena konsistensi investasi jangka panjang.
  • Selama krisis 1998 dan pandemi 2020, ia tetap membeli saham, mengedepankan filosofi “always invest in bad time”.
  • Sekitar 99 % kekayaannya kini ditempatkan di saham, tanpa alokasi pada obligasi atau deposito.

Dengan portofolio yang terfokus pada DILD dan GJTL, Lo Kheng Hong memperlihatkan keyakinan kuat terhadap sektor properti dan industri karet di Indonesia. Langkahnya menjadi contoh bagi investor lain yang ingin memanfaatkan volatilitas pasar untuk membangun posisi jangka panjang.

Exit mobile version