Keuangan.id – 06 April 2026 | Rivalitas Liverpool kembali menjadi sorotan utama dunia sepak bola pada pekan pertama April 2026. Tim utama pria Liverpool mengalami kekalahan telak 4-0 melawan Manchester City di FA Cup, sementara tim putri Liverpool menorehkan kemenangan dramatis 1-0 atas Charlton Athletic di Women’s FA Cup. Kedua peristiwa ini menampilkan kontras tajam antara krisis yang melanda skuad pria dan harapan yang muncul dari sisi wanita.
Kekalahan Telak di Etihad: Analisis Pertandingan
Pada 5 April 2026, Liverpool yang dipimpin oleh Arne Slot tersingkir dari FA Cup setelah gagal menahan serangan brutal Manchester City. Erling Haaland mencetak hat-trick, sementara Antoine Semenyo menambah satu gol, menjadikan skor akhir 4-0. Dua gol tersebut datang dari peluang yang diciptakan melalui tekanan tinggi City, sementara Liverpool tampak kehilangan arah sejak menit pertama.
Mohamed Salah, yang memulai pertandingan, gagal menciptakan peluang berarti. Ia menembak dua kali, keduanya meleset, dan bahkan gagal mengeksekusi penalti yang diselamatkan oleh James Trafford. Kritik tajam mengalir dari mantan legenda Liverpool, Steve Nicol, yang menyatakan penurunan performa Salah “tidak pernah terjadi sebelumnya”.
Di lini pertahanan, kapten Virgil van Dijk juga menjadi sorotan negatif setelah memberikan pelanggaran yang menghasilkan penalti pertama bagi City. Kritik serupa datang dari mantan bek Chelsea, Craig Burley, yang menilai kualitas kepemimpinan dan posisi pertahanan van Dijk menurun drastis selama musim ini.
Reaksi Van Dijk: Penyesalan dan Komitmen
Setelah pertandingan, van Dijk memberikan pernyataan yang mengakui kegagalan tim. Ia menyatakan, “Kami keluar dari ruang ganti dengan niat untuk mencetak gol, namun situasinya berbalik. Kami mengecewakan para penggemar dan manajer.” Ia menambahkan bahwa mentalitas tim terpuruk dan menekankan pentingnya bangkit kembali menjelang perempat final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain.
Van Dijk juga menyoroti kesulitan mental yang dirasakan selama musim, mengakui bahwa tim sering kali gagal mempertahankan intensitas setelah awal yang baik. “Ini sangat berat secara mental, dan semua pemain harus melihat diri mereka sendiri,” ujarnya.
Harapan di Liga Champions
Meski terpuruk di kompetisi domestik, Liverpool masih hidup dalam persaingan Liga Champions. Tim berada empat pertandingan dari final, dan pertemuan dengan PSG dijadwalkan akan menjadi ujian utama bagi Arne Slot dan para pemain senior. Van Dijk menekankan bahwa kegagalan melawan City merupakan “persiapan terburuk” namun sekaligus motivasi untuk memperbaiki performa.
Kebangkitan Tim Putri: Kemenangan Dramatis di The Valley
Di sisi lain, Liverpool Women memberikan alasan bagi para pendukung untuk tetap optimis. Pada hari yang sama, mereka melawan Charlton Athletic di The Valley dalam perempat final Women’s FA Cup. Setelah 90 menit tanpa gol, Zara Shaw, pemain berusia 18 tahun yang baru kembali dari cedera ACL, mencetak gol tunggal pada menit ke-115, mengamankan kemenangan 1-0.
Kemenangan ini tidak hanya membawa Liverpool Women ke semifinal, tetapi juga menyoroti kedalaman talenta klub. Shaw, yang kembali dari cedera serius, menunjukkan ketangguhan mental dan fisik, sementara kiper Sophie Whitehouse memberikan penampilan solid meski tim lawan menahan tekanan.
Kesimpulan
Kekalahan menyesakkan di FA Cup menambah beban pada skuad pria Liverpool, menimbulkan pertanyaan tentang kepemimpinan, taktik, dan kondisi mental pemain senior. Namun, pernyataan terbuka van Dijk dan kritik tajam dari tokoh sepak bola mengindikasikan adanya kesadaran akan masalah yang harus diatasi. Sementara itu, keberhasilan Liverpool Women memberikan sinyal positif bahwa klub masih memiliki potensi untuk bangkit kembali di panggung internasional. Kedua sisi tim menunggu fase selanjutnya: laga menegangkan melawan PSG di Liga Champions bagi pria, dan semifinal Women’s FA Cup bagi wanita, yang masing‑masing menjadi peluang bagi Liverpool untuk menata kembali citra dan harapan para pendukungnya.
