Keuangan.id – 19 Mei 2026 | Leeds United telah mengambil tindakan tegas terhadap perilaku diskriminatif menyusul laporan adanya nyanyian homofobik selama pertandingan Liga Premier mereka melawan Brighton.
Klub asal Yorkshire tersebut telah mengambil langkah-langkah proaktif sebelum kick-off untuk memantau tribun penonton, dan kini mereka telah menegaskan bahwa mereka yang terbukti bersalah akan menghadapi konsekuensi serius atas perbuatannya.
Langkah Tegas Leeds
Leeds telah berjanji akan menjatuhkan sanksi larangan masuk stadion “jangka panjang” kepada para suporter yang bertanggung jawab atas nyanyian homofobik selama kemenangan 1-0 di Elland Road pada hari Minggu.
Klub tersebut mengambil langkah dengan memasang kamera tambahan di tribun khusus untuk mengidentifikasi para pendukung yang melakukan perilaku diskriminatif, guna memastikan bahwa bukti terkumpul sepanjang pertandingan.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis setelah pertandingan, klub menegaskan kembali posisinya terkait hal ini: “Sebagaimana telah disampaikan sebelum pertandingan, segala bentuk nyanyian diskriminatif tidak memiliki tempat dalam sepak bola. Siapa pun yang teridentifikasi terlibat dalam nyanyian homofobik akan menghadapi larangan masuk stadion yang lama.”
Konsekuensi Hukum
Meskipun fokus utama tetap tertuju pada hinaan homofobik yang ditujukan kepada tim tamu, Leeds juga mengakui bahwa nyanyian-nyanyian menyinggung lainnya terdengar di dalam stadion.
Klub tersebut menyatakan kekecewaannya atas nyanyian yang merujuk pada Jimmy Savile, namun menegaskan bahwa insiden semacam itu tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan hinaan yang ditujukan secara khusus kepada komunitas LGBTQ+.
Para pendukung yang terlibat dalam nyanyian homofobik juga berisiko menghadapi tuntutan pidana. Kejaksaan Agung (CPS) telah secara resmi mengklasifikasikan nyanyian homofobik sebagai kejahatan kebencian, yang berarti para suporter dapat ditangkap dan dituntut oleh polisi atas tindakan mereka di dalam stadion.
Leeds sebelumnya didenda £150.000 karena nyanyian homofobik saat Brighton terakhir kali bertandang ke Elland Road pada 2023. Mengingat masalah ini terus berulang, klub tersebut masih bisa menghadapi tuduhan baru dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), karena nyanyian diskriminatif merupakan pelanggaran langsung terhadap aturan FA terkait perilaku penonton.
Pihak manajemen di Elland Road bertekad untuk memperbaiki suasana pada hari pertandingan saat mereka berusaha menjauh dari kontroversi-kontroversi terbaru yang melibatkan perilaku suporter.
Ini bukan kali pertama Leeds berada dalam masalah setelah kedatangan Brighton. The Seagulls mewakili kota yang memiliki salah satu komunitas LGBTQ+ terbesar di Inggris, dan para pendukung mereka sering menjadi sasaran ejekan homofobik saat bertanding di kandang lawan.
Akibatnya, pihak berwenang telah memperketat pengawasan terhadap pertandingan ini.
Leeds berharap dapat memperbaiki citra mereka dengan mengambil tindakan tegas terhadap perilaku diskriminatif dan memastikan bahwa semua suporter dapat menikmati pertandingan dengan aman dan nyaman.
Dengan demikian, Leeds berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan menghormati semua orang, tanpa memandang latar belakang atau orientasi seksual.
