Keuangan.id – 23 April 2026 | PT Timah (Persero) Tbk (TINS) melaporkan hasil keuangan yang jauh melampaui perkiraan analis. Pada kuartal terbaru, Laba TINS tercatat sebesar Rp1,31 triliun, naik 119 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga timah dunia yang mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Harga logam timah yang stabil di atas US$30 per kilogram meningkatkan margin keuntungan perusahaan.
Rincian Kinerja Keuangan
| Parameter | Nilai | Perubahan YoY |
|---|---|---|
| Net profit | Rp1,31 triliun | +119 % |
| Harga rata‑rata timah | US$30+/kg | +~15 % |
Dengan profitabilitas yang meningkat, saham TINS mengalami kenaikan harga di Bursa Efek Indonesia, menarik minat investor domestik maupun asing. Analis memproyeksikan bahwa selama periode harga timah tetap tinggi, perusahaan dapat mempertahankan pertumbuhan laba yang kuat.
Namun, para pengamat juga memperingatkan potensi risiko terkait fluktuasi harga komoditas global dan kebijakan lingkungan yang dapat mempengaruhi produksi. Oleh karena itu, TINS diharapkan terus mengoptimalkan operasi tambang dan meningkatkan efisiensi biaya.
