Keuangan.id – 31 Maret 2026 | Jakarta – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat peningkatan laba sebelum pajak sebesar 47,5 persen pada tahun 2025, mencapai Rp30,1 miliar. Peningkatan tersebut mencerminkan perbaikan kinerja yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Total pembiayaan bank pada akhir Desember 2025 mencapai Rp18,5 triliun, naik 10,1 persen secara tahunan. Pembiayaan berbasis mudharabah mengalami lonjakan 42,9 persen, dari Rp379,9 miliar pada 2024 menjadi Rp543,1 miliar.
Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh solid, mencapai Rp45,5 triliun dengan kenaikan 9,0 persen. Aset bank naik 3,8 persen menjadi Rp62,3 triliun.
Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat 26,37 persen, jauh di atas batas minimum regulator, menegaskan posisi permodalan yang kuat.
Bank Muamalat menekankan strategi fokus pada segmen ritel konsumen, terutama produk pembiayaan emas dan UMKM. Pembiayaan emas mencatat pertumbuhan 33 kali lipat, mencapai Rp1,1 triliun, sementara jumlah rekening nasabah meningkat lebih dari 1.200 persen.
Jaringan kantor bank terdiri dari 80 kantor cabang utama, termasuk satu cabang di Kuala Lumpur, serta 144 kantor cabang pembantu. Untuk meningkatkan pengalaman nasabah, bank mengintegrasikan layanan digital melalui aplikasi Muamalat DIN, internet banking, serta sistem cash management Madina.
Pengguna Muamalat DIN melebihi 600 ribu pada akhir 2025, dengan pertumbuhan lebih dari 6 persen dan transaksi naik lebih dari 11 persen secara tahunan.
Bank Muamalat juga memperluas ekosistem syariah dengan menambahkan layanan zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) dalam aplikasi, serta mengembangkan produk terkait haji dan umrah.
Direktur Utama Imam Teguh Saptono menegaskan komitmen bank untuk tidak hanya mengejar indikator finansial, melainkan juga mengukur kinerja berdasarkan nilai-nilai maqasid syariah, dengan harapan dapat memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi umat.
