Keuangan.id – 04 April 2026 | Laba bersih PT Inti Pancoran Tbk (INTP) mencatat peningkatan yang signifikan pada kuartal terakhir, dipicu oleh hasil divestasi aset non‑intinya. Meskipun laba naik, kinerja operasional unit bisnis inti mengalami tekanan akibat penurunan volume penjualan dan margin keuntungan.
Divestasi yang dilakukan mencakup penjualan sebagian portofolio properti dan investasi strategis lainnya, yang secara langsung menambah cash flow dan menurunkan beban biaya operasional. Namun, lini produk utama perusahaan—yang berfokus pada layanan keuangan dan pembiayaan—menghadapi tantangan pasar, termasuk kompetisi yang ketat dan penurunan permintaan.
| Item | Q4 2023 | Q4 2022 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp1,2 triliun | Rp850 miliar | +41% |
| Revenue Bisnis Inti | Rp4,5 triliun | Rp5,1 triliun | -12% |
| Margin Operasional | 27% | 31% | -4 poin persentase |
Penurunan revenue bisnis inti sebesar 12% terutama disebabkan oleh berkurangnya volume transaksi pembiayaan konsumen dan penurunan nilai rata‑rata kredit. Margin operasional yang menurun juga mencerminkan peningkatan biaya provisi serta tekanan harga dalam sektor pembiayaan.
- Divestasi: Menyumbang sekitar 30% dari peningkatan laba bersih.
- Volume Penjualan: Turun 9% YoY, memengaruhi pendapatan inti.
- Margin: Menurun 4 poin persentase karena biaya tetap tinggi.
Para analis memperingatkan bahwa meskipun divestasi memberikan dorongan jangka pendek pada profitabilitas, keberlanjutan pertumbuhan INTP sangat bergantung pada revitalisasi bisnis inti. Perusahaan diperkirakan akan mengintensifkan upaya digitalisasi dan penawaran produk baru untuk mengembalikan volume penjualan serta memperbaiki margin.
Secara keseluruhan, peningkatan laba INTP mencerminkan strategi restrukturisasi yang berhasil, namun tantangan pada mesin bisnis inti masih menjadi fokus utama bagi manajemen dalam jangka menengah hingga panjang.
