Keuangan.id – 08 April 2026 | Jakarta – PT Bank Amar Indonesia Tbk (BEI: AMAR) mencatat kinerja luar biasa pada tahun 2025. Laba bersih bank naik 16,1 persen menjadi Rp249,6 miliar, mencetak rekor tertinggi dalam sejarah perusahaan.
Pertumbuhan laba dipicu oleh peningkatan kredit yang signifikan. Kredit total naik 35,7 persen menjadi Rp3,98 triliun, dengan lebih dari setengah alokasi menuju sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ekspansi ini didorong oleh layanan pinjaman digital melalui platform Tunaiku by Amar Bank.
Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan. Rasio NPL (Non-Performing Loan) net turun menjadi 0,83 persen, lebih baik dibandingkan 1,07 persen pada akhir 2024.
- Laba bersih: Rp249,6 miliar (+16,1% YoY)
- Kredit total: Rp3,98 triliun (+35,7% YoY)
- Rasio NPL net: 0,83% (penurunan)
- Simpanan nasabah meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya
Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian, menyatakan, “Hasil ini membuktikan bahwa strategi kami dalam menyeimbangkan pertumbuhan, disiplin risiko, dan profitabilitas berada di jalur yang tepat.”
SVP Finance, David Wirawan, menambahkan bahwa pertumbuhan kredit dan laba bersih berangka dua digit serta penurunan NPL mencerminkan pendekatan ekspansi yang selektif dan prudent.
Di sisi likuiditas, bank melaporkan posisi yang kuat, yang menjadi fondasi penting untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Kepercayaan nasabah juga meningkat, terlihat dari lonjakan total simpanan yang hampir dua kali lipat.
Menatap 2026, Amar Bank berencana memperkuat produk dan layanan digital, memperluas ekosistem pembayaran, serta terus mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pemberdayaan UMKM melalui program Amar Bank Bisnis menjadi salah satu fokus utama, sejalan dengan visi bank menjadi pelopor solusi keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan.
