Keuangan.id – 25 April 2026 | Banten International Stadium menjadi saksi laga seru pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 antara Dewa United dan Persib Bandung yang berakhir imbang 2-2. Namun, sorotan utama mengarah pada dua gol Dewa United yang menuai perdebatan tajam.
Kontroversi Gol Pertama
Gol pembuka Dewa United tercipta pada menit ke-24 lewat Alex Martins. Menurut rekaman, bola yang dikejar oleh Alexis Messidoro tampak sudah melintasi garis samping sebelum umpan diberikan kepada Martins. Pemain Persib yang berada di area penalti mengira bola telah keluar, sehingga tidak menekan pemain Dewa United. Namun, asisten wasit tidak mengangkat bendera dan sang wasit utama memutuskan bola masih dalam permainan, sehingga gol dinyatakan sah.
Penjelasan Komite Wasit PSSI
Yoshimi Ogawa, ketua Komite Wasit PSSI, memberikan klarifikasi dalam konferensi pers di GBK Arena, Jakarta, pada 24 April 2026. Ia menegaskan bahwa keputusan wasit utama sudah tepat karena asisten wasit tidak memberikan sinyal bola keluar. “Jika asisten wasit yakin bola keluar, mereka wajib mengangkat bendera. Dalam situasi ini, posisi asisten wasit berada sekitar 50‑55 meter dari bola dan pandangannya terhalang dua tiang gawang serta kaki pemain, sehingga sulit memastikan apakah bola telah keluar,” ujarnya.
Ogawa menambahkan prinsip dasar dalam Laws of the Game: “Jika tidak yakin, permainan harus dilanjutkan.” Karena tidak ada sinyal jelas, keputusan melanjutkan permainan dianggap sesuai regulasi.
Gol Kedua dan Isu Defleksi
Gol kedua Dewa United datang pada menit ke-61 lewat Ricky Kambuaya. Sebelum gol, bola tampak menyentuh tangan Alex Martins. Pratap Singh, Kepala Departemen Wasit PSSI, menjelaskan bahwa sentuhan tersebut merupakan defleksi alami, bukan pelanggaran. Ia merujuk pada Pasal 12 Laws of the Game yang menyatakan bahwa sentuhan tangan yang tidak disengaja akibat posisi natural atau defleksi tidak dianggap pelanggaran. Oleh karena itu, wasit membiarkan permainan berjalan dan gol tetap sah.
Reaksi Persib dan Dampak pada Klasemen
Persib Bandung, yang kemudian menyamakan kedudukan melalui penalti Thom Haye (menit ke-77) dan gol Andrew Jung (menit ke-86), mengungkapkan kekecewaan atas keputusan gol pertama. Namun, pelatih dan kapten Tim Merah Biru menegaskan fokus pada perolehan tiga poin berikutnya. Pada akhir pekan, klasemen masih sangat ketat; Persib berada di puncak dengan selisih tipis, sementara Dewa United berada di posisi kedua. Keputusan sahnya kedua gol Dewa United berarti mereka tetap mempertahankan selisih poin yang menguntungkan.
Pertandingan Selanjutnya dan Motivasi Persib
Jadwal berikutnya, Persib akan menjamu Arema FC pada pekan ke-29 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Kapten Marc Klok menegaskan timnya berada dalam motivasi tinggi setelah hasil imbang melawan Dewa United. “Kami tidak ingin kehilangan poin lagi. Pertandingan melawan Arema adalah kesempatan untuk kembali ke puncak klasemen,” katanya dalam konferensi pers klub.
Dengan hanya enam pertandingan tersisa, konsistensi menjadi kunci. Jika Persib berhasil mengamankan tiga poin melawan Arema, mereka dapat memperlebar jarak dengan Dewa United, meski keduanya memiliki selisih poin yang tipis. Sebaliknya, jika Dewa United tetap stabil, persaingan gelar tetap terbuka hingga akhir musim.
Secara keseluruhan, kontroversi gol Dewa United tidak mengubah hasil akhir pertandingan, namun menambah dimensi diskusi tentang penerapan VAR, posisi asisten wasit, dan interpretasi Laws of the Game di level tertinggi kompetisi domestik.
