Keuangan.id – 01 April 2026 | Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa permintaan bahan bakar minyak (BBM) diperkirakan akan naik sekitar 15 % dibandingkan periode biasa. Lonjakan ini dipicu oleh peningkatan mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan jauh untuk merayakan Lebaran.
Berikut rangkuman data utama yang disampaikan:
| Komoditas | Kenaikan Konsumsi | Stok Tersedia |
|---|---|---|
| BBM (Premium & Pertamax) | ~15 % | Masih di atas 30 juta liter |
| LPG 3 kg | ~12 % | Lebih dari 9 juta tabung |
| Listrik (MW) | ~8 % | Cadangan cukup untuk puncak beban |
Beberapa langkah yang diambil pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan permintaan meliputi peningkatan distribusi melalui jalur darat dan laut, serta penambahan armada truk pengangkut BBM di titik-titik strategis. Selain itu, ESDM terus memantau harga pasar agar tidak terjadi spekulasi yang dapat mengganggu stabilitas pasokan.
Para analis pasar energi menilai bahwa meskipun konsumsi meningkat, faktor-faktor seperti cadangan strategis nasional dan koordinasi lintas sektor akan menjaga keseimbangan pasokan. Mereka juga mengingatkan bahwa pola mobilitas yang lebih tinggi selama Lebaran dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya, sehingga kebijakan kesiapsiagaan harus tetap menjadi prioritas.
