Keuangan.id – 17 April 2026 | Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenhaj) kembali menegaskan dukungannya terhadap rencana pembangunan Kampung Haji Danantara di Arab Saudi, namun menyoroti beberapa aspek penting yang harus dipenuhi sebelum proyek dapat dianggap layak.
Lokasi yang dipilih, yakni kawasan Thakher di kota Makkah, memang strategis karena berada dekat dengan Masjidil Haram. Namun, Kemenhaj menekankan bahwa kesiapan transportasi dan konektivitas menjadi prasyarat utama untuk memastikan kenyamanan jamaah haji Indonesia.
- Transportasi darat: Akses jalan harus mampu menampung volume tinggi kendaraan antar‑jemaat, termasuk bus dan kendaraan layanan darurat.
- Konektivitas publik: Keberadaan halte bus, stasiun kereta, atau layanan transportasi berbasis aplikasi perlu diintegrasikan dengan jaringan lokal.
- Fasilitas penunjang: Tersedia tempat parkir yang memadai, jalur pejalan kaki yang aman, serta fasilitas medis darurat di sekitar kawasan.
Selain faktor infrastruktur, Kemenhaj juga menilai kesiapan regulasi dan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi. Pemerintah Indonesia berharap adanya jaminan keamanan, kebersihan, serta standar layanan yang sejalan dengan pedoman operasional haji yang telah ditetapkan.
Jika semua persyaratan tersebut dapat dipenuhi, Kemenhaj bersedia memberikan persetujuan akhir dan mendukung pendirian Kampung Haji Danantara sebagai alternatif tempat tinggal sementara bagi jamaah haji yang membutuhkan akomodasi lebih terjangkau.
Proses evaluasi masih berlangsung, dan Kemenhaj berjanji akan terus memantau perkembangan proyek serta berkoordinasi dengan otoritas setempat di Arab Saudi untuk memastikan kepatuhan terhadap standar yang ditetapkan.
