Kemendag Ambil Langkah Tegas di China Setelah Isu Kontaminasi Aluminium pada Sarang Burung Walet

Kemendag Ambil Langkah Tegas di China Setelah Isu Kontaminasi Aluminium pada Sarang Burung Walet
Kemendag Ambil Langkah Tegas di China Setelah Isu Kontaminasi Aluminium pada Sarang Burung Walet

Keuangan.id – 16 April 2026 | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali menyoroti pasar sarang burung walet setelah terungkap 18 eksportir mengalami suspensi karena temuan kontaminasi aluminium pada produk yang dikirim ke China. Kasus ini menimbulkan keprihatinan atas kualitas produk ekspor dan menyoroti pentingnya pengawasan ketat dalam rantai pasok.

Pasar sarang walet merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia. Pada tahun 2023, nilai ekspor sarang walet mencapai lebih dari US$600 juta, dengan China menyerap sekitar 70% dari total volume. Permintaan yang tinggi sekaligus harga premium menjadikan industri ini sumber devisa yang signifikan.

Namun, pada kuartal pertama 2024, otoritas bea cukai China menemukan kadar aluminium yang melebihi batas aman pada sampel sarang walet yang dikirim oleh 18 perusahaan Indonesia. Akibatnya, otoritas China menangguhkan impor sarang walet dari Indonesia dan Pemerintah Indonesia menangguhkan lisensi ekspor ke 18 eksportir terkait.

Respons Kemendag

Kemendag menanggapi situasi tersebut dengan serangkaian langkah strategis yang ditujukan untuk memulihkan kepercayaan pasar internasional dan memastikan standar kualitas yang konsisten.

  • Penguatan Pengawasan Internal: Tim inspeksi khusus dibentuk untuk melakukan audit menyeluruh pada fasilitas produksi, gudang penyimpanan, dan proses pengemasan.
  • Kerjasama Bilateral dengan Otoritas China: Dialog intensif dengan General Administration of Customs (GACC) China untuk menyelaraskan standar mutu dan prosedur sertifikasi.
  • Penerapan Sertifikasi ISO 22000 dan HACCP: Semua eksportir diwajibkan memperoleh sertifikasi keamanan pangan internasional sebelum dapat melanjutkan ekspor.
  • Pelatihan dan Pendampingan Teknis: Kemendag menyediakan program pelatihan gratis bagi peternak dan eksportir tentang teknik pembersihan, pengeringan, serta pengujian logam berat.
  • Pengembangan Sistem Traceability: Implementasi sistem pelacakan digital yang mencatat setiap tahapan produksi, mulai dari sarang di gua hingga produk akhir.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menurunkan risiko kontaminasi, meningkatkan transparansi, serta mempercepat proses reinstatement lisensi ekspor.

Dampak Ekonomi

Jika tidak ditangani secara efektif, suspensi ekspor dapat mengurangi devisa tahunan hingga US$50 juta dan mengancam mata pencaharian ribuan peternak walet di wilayah Sulawesi dan Sumatera. Sebaliknya, perbaikan standar kualitas dapat membuka peluang pasar premium di negara lain, seperti Jepang dan Korea Selatan, yang menuntut produk bebas logam berat.

Kemendag menegaskan komitmennya untuk menjamin keamanan konsumen sekaligus melindungi kepentingan industri nasional. Pemerintah berencana mengadakan forum tahunan dengan stakeholder industri untuk memantau progres implementasi kebijakan.

Exit mobile version