Keuangan.id – 21 April 2026 | Turnamen AFF U-17 2026 menjadi saksi pahit bagi Timnas Thailand U-17 setelah tim Gajah Perang Muda harus mengakhiri kampanye mereka di fase grup. Kekalahan 2-3 melawan Laos pada laga penutup grup B tidak hanya menurunkan posisi mereka menjadi tiga, tetapi juga memicu keputusan mengejutkan pelatih kepala Sirisak Yodyardthai untuk mengundurkan diri.
Perjalanan Timnas Thailand U-17 di Fase Grup
Awal turnamen memberi sinyal optimisme. Pada laga pembuka, Thailand U-17 mendominasi Filipina dengan skor 5-1, menunjukkan serangan yang tajam dan pertahanan yang solid. Namun, momentum itu cepat surut ketika mereka mengalami dua kekalahan beruntun. Pertandingan pertama melawan Myanmar berakhir 0-1, diikuti oleh pertempuran sengit melawan Laos yang berujung 2-3. Dengan tiga poin, Thailand menempati posisi ketiga dalam grup B, di bawah Laos (7 poin) dan Myanmar (4 poin).
| Posisi | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Laos | 7 |
| 2 | Myanmar | 4 |
| 3 | Thailand | 3 |
| 4 | Filipina | 3 |
Reaksi Pelatih dan Dampak Pengunduran Diri
Setelah kekalahan dramatis melawan Laos, Sirisak Yodyardthai mengumumkan pengunduran dirinya melalui pernyataan resmi. “Saya meminta maaf kepada para pendukung Thailand atas penampilan tim yang tidak memenuhi harapan. Kami harus mengevaluasi semua aspek, mulai taktik hingga persiapan mental,” ujar Sirisak. Keputusan ini menambah ketidakpastian bagi federasi sepak bola Thailand, yang harus segera mencari pengganti dalam waktu singkat menjelang kompetisi internasional berikutnya.
Sejarah Prestasi Thailand di Turnamen U-17
Meski kegagalan ini mengejutkan, Timnas Thailand U-17 memiliki catatan yang mengesankan sejak turnamen pertama pada 2002. Dengan tiga gelar juara, lima kali runner-up, dan dua kali tempat ketiga, Thailand menjadi tim paling sukses di kancah AFF U-17. Prestasi tersebut mencakup gelar juara pada tahun 2002, 2005, dan 2013, serta runner-up pada 2018, 2019, 2020, 2022, dan 2024.
- 3 gelar juara (2002, 2005, 2013)
- 5 runner-up (2018, 2019, 2020, 2022, 2024)
- 2 tempat ketiga (2016, 2021)
Bandingkan dengan Timnas Indonesia U-17
Sementara Thailand terpuruk, Timnas Indonesia U-17 juga mengalami nasib serupa. Kedua tim, yang selama empat edisi terakhir selalu melaju ke semifinal, kini harus menerima kenyataan tersingkir lebih awal. Kekalahan Indonesia datang dari hasil imbang 0-0 melawan Vietnam, yang mengamankan poin tambahan dan menempatkan Indonesia di peringkat ketiga grup A dengan empat poin.
Kedua kegagalan ini menimbulkan perdebatan luas tentang kebijakan pengembangan bakat muda di kawasan ASEAN. Pengamat menilai bahwa strategi taktik defensif yang terlalu konservatif serta kurangnya persiapan mental menjadi faktor utama kegagalan tim-tim unggulan.
Ke depan, federasi Thailand diperkirakan akan meninjau kembali struktur akademi, program scouting, serta pendekatan pelatihan untuk memastikan generasi muda kembali bersaing di level regional. Sementara itu, para penggemar menanti penunjukan pelatih baru yang dapat mengembalikan kejayaan Timnas Thailand U-17 di turnamen berikutnya.
