Keuangan.id – 17 April 2026 | Barcelona menempuh perjalanan ke Stadion Metropolitano pada Selasa, 14 April 2026, untuk menghadapi Atletico Madrid dalam laga leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026. Setelah mengalami kekalahan 0-2 pada leg pertama, Blaugrana bertekad mengejar keunggulan lewat gol cepat dan tekanan tinggi.
Detik-detik penting pertandingan
Pembukaan pertandingan dimulai dengan serangan dini Lamine Yamal yang berhasil mencetak gol pada menit ke-4, menyamakan kedudukan bagi Barcelona. Tak lama kemudian, pada menit ke-24, Ferran Torres menambah keunggulan melalui serangan balik yang terorganisir. Namun, Atletico menanggapi dengan gol balasan dari Ademola Lookman pada menit ke-31, mengembalikan keunggulan 2-1 bagi tim Spanyol.
Setelah gol kedua tersebut, kedua tim terlibat dalam duel taktik yang intens. Barcelona terus menekan, namun pertahanan Atletico yang disiplin menahan serangan. Pada menit ke-79, momen krusial terjadi ketika bek tengah Barcelona, Eric Garcia, mendapatkan kartu merah setelah menjadi pemain terakhir yang melakukan pelanggaran terhadap Alexander Sorloth.
Awalnya hakim garis mengangkat bendera offside, namun Video Assistant Referee (VAR) melakukan pemeriksaan ulang. VAR menemukan bahwa Garcia memang merupakan pemain terakhir yang menyentuh bola, sehingga wasit utama Clement Turpin mengeluarkan kartu merah. Dengan kehilangan pemain kunci di menit-menetang akhir, Barcelona tidak mampu menambah gol dan akhirnya menutup pertandingan dengan skor 1-2, memperbesar defisit menjadi 0-3 secara agregat.
Sejarah singkat kartu merah Eric Garcia
- 21 Agustus 2021: Kartu merah pertama Garcia bersama Barcelona saat melawan Athletic Bilbao.
- 12 Februari 2026: Kartu merah kedua dalam leg pertama semifinal Copa del Rey melawan Atletico, akibat pelanggaran serupa.
- 14 April 2026: Kartu merah ketiga (kelima dalam karier) dalam leg kedua perempat final Liga Champions melawan Atletico.
Kartu merah ini menandai lima kali Garcia diusir dari lapangan dalam kariernya, semuanya terjadi saat mengenakan seragam Barcelona. Kejadian tersebut menambah beban mental bagi bek muda berusia 25 tahun, yang sebelumnya dikenal sebagai pemain bertahan yang solid.
Dampak bagi Barcelona
Kehilangan Garcia pada menit 79 memaksa Barcelona bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari sepuluh menit terakhir. Tekanan Atletico meningkat, namun mereka memilih untuk mengontrol tempo daripada menambah gol. Kekalahan ini menutup peluang Barcelona untuk melaju ke semifinal, mengakhiri mimpi mereka di kompetisi paling bergengsi di Eropa.
Selain aspek taktis, insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang keputusan VAR dan konsistensi dalam penegakan aturan offside serta pelanggaran terakhir. Kritik muncul dari kalangan pendukung Barcelona yang menilai keputusan tersebut terlalu keras, sementara pengamat menilai bahwa prosedur VAR sudah dijalankan sesuai regulasi.
Reaksi pelatih dan pemain
Pelatih Xavi Hernandez menyampaikan kekecewaannya dalam konferensi pers pasca pertandingan, menyatakan bahwa kehilangan Garcia pada fase krusial menghambat upaya tim untuk menekan pertahanan Atletico. Ia menambahkan bahwa tim akan belajar dari pengalaman ini dan mempersiapkan diri untuk kompetisi domestik yang masih terbuka.
Sementara itu, Eric Garcia mengaku menyesal atas aksinya dan berjanji akan meningkatkan konsentrasi serta disiplin pada pertandingan-pertandingan berikutnya. Ia berharap dapat kembali menjadi pilar pertahanan Barcelona di sisa musim.
Dengan hasil ini, Atletico Madrid melaju ke semifinal Liga Champions 2025/2026, sementara Barcelona harus menata kembali strategi untuk La Liga dan Copa del Rey yang masih berjalan.
