Keuangan.id – 12 April 2026 | Jafar Hidayatullah bersama pasangannya, Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, menorehkan prestasi gemilang pada Thailand Masters 2025 dengan memastikan tempat di semifinal ganda campuran. Kemenangan beruntun melawan wakil Thailand, Pakkapon Teeraratsakul / Phataimas Muenwong, memperlihatkan konsistensi dan strategi yang matang.
Perjalanan di Babak 32 Besar dan 16 Besar
Di babak 32 besar, Jafar/Felisha menanggapi tantangan awal melawan pasangan lokal Thailand. Pada game pertama, mereka sempat tertinggal 12-13 sebelum bangkit dominasi 21-15. Game kedua dimulai dengan keunggulan awal 5-1 dan berlanjut hingga menutup pertandingan 21-12. Kedua set tersebut mengukir kemenangan meyakinkan, membawa mereka ke perempat final.
Di perempat final, pasangan Merah Putih kembali menegaskan keunggulan dengan menundukkan lawan Thailand lainnya dengan skor 21-15, 21-12. Penampilan ini menegaskan posisi Jafar/Felisha sebagai kandidat kuat menembus final, sekaligus menambah peluang Indonesia memiliki wakil di laga puncak.
Semifinal Menanti Dejan/Fadia
Di babak semifinal, Jafar/Felisha akan berhadapan dengan rekan senegara, Dejan Ferdinansyah dan Siti Fadia Silva Ramadhanti. Pasangan Dejan/Fadia menempati posisi unggulan setelah mengalahkan pasangan tuan rumah, Ratchapol Makkasasithorn / Nattamon Laisuan, dengan skor 22-20, 21-14. Pertarungan antara dua pasangan Indonesia ini diprediksi akan menjadi pertarungan taktik dan kecepatan, dengan kedua tim mengincar tiket final.
Kontribusi Indonesia di Thailand Masters 2025
Secara keseluruhan, delegasi Indonesia mengirimkan 21 wakil di berbagai kategori, mencakup ganda campuran, tunggal putri, dan ganda putra. Selain Jafar/Felisha, Putri Kusuma Wardani berhasil melaju ke semifinal tunggal putri setelah mengalahkan wakil Thailand, Pornpicha Choeikeewong, dengan skor 21-10, 21-14. Di sisi lain, ganda putra Leo Rolly Carnando / Bagas Maulana harus berakhir di perempat final setelah kalah dari pasangan Korea Selatan, Jin Yong / Seo Seung Jae.
Keberhasilan Jafar/Hidayatullah dan Felisha menambah jumlah wakil Indonesia yang berpeluang meraih gelar. Dengan tiga tiket semifinal yang sudah dipastikan, harapan Indonesia untuk menjuarai sektor ganda campuran dan tunggal putri semakin kuat.
Prospek Jafar Hidayatullah ke Depan
Penampilan Jafar Hidayatullah di Thailand Masters 2025 mencerminkan proses regenerasi yang sedang dijalankan PBSI. Seperti yang diungkapkan dalam laporan PBSI, pencapaian ini menjadi batu loncatan bagi persiapan Olimpiade 2028. Kombinasi kecepatan, ketangguhan mental, dan koordinasi dengan Felisha menunjukkan bahwa pasangan ini memiliki potensi untuk bersaing di level dunia.
Jika berhasil menembus final dan berpeluang mengangkat trofi, Jafar/Hidayatullah tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di panggung Asia, tetapi juga menambah kepercayaan diri tim nasional menjelang turnamen-turnamen bergengsi berikutnya, termasuk Kejuaraan Asia 2026 yang akan datang.
Dengan dukungan federasi, pelatih, serta antusiasme publik, Jafar Hidayatullah diprediksi akan terus meningkatkan performa di kompetisi internasional. Penampilan solid di Thailand Masters menjadi bukti nyata bahwa generasi baru bulutangkis Indonesia siap mengemban tradisi kejuaraan dunia.
Semifinal menanti, dan sorotan kini tertuju pada duel internal antara Jafar/Felisha dan Dejan/Fadia. Pertarungan ini tidak hanya menentukan wakil Indonesia di final, tetapi juga menandai era baru dalam dominasi ganda campuran Indonesia di kancah badminton Asia.
