Keuangan.id – 08 Mei 2026 | Israel melakukan serangan udara di Beirut, Lebanon, untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah. Serangan tersebut menewaskan seorang komandan Hizbullah bernama Malek Ballout.
Menurut laporan, serangan udara itu menghantam pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai Dahieh, wilayah basis Hizbullah. Gambar-gambar yang diunggah secara daring memperlihatkan kobaran api besar dan setidaknya satu bangunan mengalami kerusakan parah.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa ia secara pribadi menyetujui serangan tersebut, yang menargetkan seorang komandan dari Unit Radwan, pasukan elite Hizbullah. Laporan media lokal menyebutkan bahwa anggota unit tersebut sedang mengadakan pertemuan ketika serangan terjadi sekitar pukul 20.00 waktu setempat.
Kesepakatan gencatan senjata antara pemerintah Israel dan Lebanon sendiri diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 16 April. Meski ada kesepakatan tersebut, Israel dan Hizbullah terus melancarkan serangan sambil saling menuduh melakukan pelanggaran.
Sebagian besar serangan udara Israel menghantam wilayah selatan Lebanon, dengan militer Israel menyatakan bahwa mereka menyerang infrastruktur dan individu yang terkait dengan Hizbullah, kelompok yang didukung Iran. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan-serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 120 orang di seluruh negeri dalam sepekan terakhir saja, termasuk perempuan dan anak-anak.
Donald Trump juga mengungkapkan pembicaraannya dengan Netanyahu tentang masa depan dukungan AS ke Israel. Trump menyatakan bahwa AS akan terus mendukung Israel dalam menghadapi ancaman dari Hizbullah dan kelompok-kelompok lainnya.
Situasi di Timur Tengah semakin memanas setelah serangan Israel di Beirut. Pemerintah Lebanon dan Hizbullah belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang serangan tersebut. Namun, kemungkinan besar akan ada eskalasi kekerasan di wilayah tersebut dalam waktu dekat.
Serangan Israel di Beirut menimbulkan banyak pertanyaan tentang masa depan konflik di Timur Tengah. Apakah serangan ini akan memicu perang besar antara Israel dan Hizbullah? Bagaimana AS akan terlibat dalam konflik ini? Pertanyaan-pertanyaan tersebut masih menunggu jawaban.
Sampai saat ini, situasi di Timur Tengah masih sangat tidak stabil. Serangan Israel di Beirut hanya memperburuk keadaan. Dunia internasional harus segera mengambil tindakan untuk mencegah eskalasi kekerasan di wilayah tersebut.
