IRGC Gugat Serangan ke Pusat Data AI Oracle di Dubai: Ancaman Besar bagi Raksasa Teknologi AS

IRGC Gugat Serangan ke Pusat Data AI Oracle di Dubai: Ancaman Besar bagi Raksasa Teknologi AS
IRGC Gugat Serangan ke Pusat Data AI Oracle di Dubai: Ancaman Besar bagi Raksasa Teknologi AS

Keuangan.id – 06 April 2026 | Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigadir Jenderal Ebrahim Zolfaghari, menegaskan melalui sebuah video yang dirilis pada 3 April 2026 bahwa Iran siap melancarkan serangan total terhadap infrastruktur teknologi milik Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah. Salah satu target yang disebut secara eksplisit adalah pusat data AI milik Oracle yang berada di Dubai, bagian dari proyek megah bernama Stargate dengan nilai sekitar US$30 miliar atau setara Rp509 triliun.

Ancaman IRGC terhadap Pusat Data AI Stargate

Stargate dirancang sebagai klaster komputasi AI terbesar di luar Amerika Serikat, didukung oleh kolaborasi antara Nvidia, OpenAI, Cisco, SoftBank, dan perusahaan AI Uni Emirat Arab, G42. Proyek ini dijadwalkan menghasilkan daya 200 MW pada tahun 2026 dan akan berkembang hingga 1 GW pada 2031, menargetkan posisi UEA sebagai pusat AI global.

Dalam video yang disertai citra satelit, Zolfaghari menampilkan wajah-wajah eksekutif perusahaan teknologi Barat dan menegaskan bahwa “Stargate merupakan target sah sebagai balasan atas tindakan Amerika”. Ia menambahkan bahwa serangan dapat berupa sabotase fisik maupun siber, menyoroti kerentanan infrastruktur yang sangat bergantung pada pasokan energi dan pendinginan stabil.

Dampak Ekonomi dan Keamanan Regional

Jika ancaman tersebut terwujud, konsekuensinya akan melampaui kerusakan fisik semata. Pusat data komersial yang terganggu dapat memicu gangguan layanan perbankan, logistik, dan platform digital di seluruh Teluk. Investor dan dewan direksi kini harus menghitung ulang premi risiko investasi di kawasan yang selama ini dianggap sebagai hub data global yang aman.

Analisis dari Carnegie Endowment for International Peace menyebut bahwa Iran berusaha menaikkan beban ekonomi AS dan negara‑negara Teluk, memaksa mereka menghentikan operasi militer di wilayah tersebut melalui tekanan pada sektor teknologi. Lukasz Olejnik, pakar keamanan teknologi independen, menegaskan bahwa perencana infrastruktur dan perusahaan asuransi harus memperlakukan ancaman ini sebagai kemungkinan nyata, bukan sekadar skenario hipotetik.

Daftar Target dan Reaksi Internasional

Telegram yang terafiliasi dengan IRGC menyebarkan daftar 18 perusahaan teknologi yang dianggap sebagai target, antara lain:

  • Microsoft
  • Google
  • Meta
  • Apple
  • Intel
  • Tesla
  • Boeing

Daftar ini menegaskan bahwa serangan tidak hanya bersifat fisik, melainkan juga mencakup upaya mengganggu rantai pasokan digital dan layanan cloud. AWS sebelumnya mengonfirmasi kerusakan pada dua fasilitas di UEA dan satu di Bahrain akibat serangan drone pada awal Maret, menambah kekhawatiran akan eskalasi konflik di sektor teknologi.

Respons Pemerintah dan Langkah Mitigasi

Pihak berwenang UEA dan perusahaan terkait menyatakan bahwa mereka meningkatkan pengawasan keamanan dan mempercepat pemasangan sistem pertahanan udara di zona teknologi. Namun, para analis memperingatkan bahwa ketidakpastian yang berkepanjangan dapat memaksa perusahaan Barat mempertimbangkan kembali ekspansi mereka di wilayah tersebut.

Departemen Perdagangan Amerika Serikat menegaskan pentingnya proyek Stargate sebagai pilar dominasi teknologi Barat di luar negeri, sekaligus memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur kritis dapat memicu respons militer balasan.

Sejauh ini, belum ada konfirmasi resmi dari Oracle atau pihak lain mengenai tingkat ancaman yang dihadapi. Namun, semua pihak sepakat bahwa keamanan fisik dan siber pusat data harus ditingkatkan secara signifikan untuk mencegah potensi kerusakan yang dapat melumpuhkan jaringan digital regional.

Dengan ketegangan yang terus memuncak, kawasan Timur Tengah berada di persimpangan antara inovasi teknologi tinggi dan risiko geopolitik yang mengancam stabilitas ekonomi serta keamanan siber global.

Exit mobile version