Keuangan.id – 27 Mei 2026 | Insentif EV yang semula diharapkan dapat meningkatkan penjualan otomotif nasional, kini diundur hingga Juli 2026. Pengamat menilai bahwa daya beli kelas menengah yang melemah ikut membayangi penjualan otomotif nasional.
Penundaan insentif EV ini dikhawatirkan akan semakin memperburuk kondisi penjualan otomotif yang sudah lesu. Kelas menengah yang merupakan target pasar utama dari penjualan otomotif, semakin sulit untuk membeli kendaraan baru karena daya beli yang menurun.
Penjualan otomotif nasional yang lesu ini juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti inflasi yang tinggi dan suku bunga yang meningkat. Namun, penundaan insentif EV ini diharapkan dapat menjadi peluang bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi dan perbaikan kebijakan yang lebih efektif untuk meningkatkan penjualan otomotif nasional.
