Keuangan.id – 11 Maret 2026 | Pelatih baru Semen Padang, Imran Nahumarury, mengukir debut yang mengesankan dengan membawa Kabau Sirah meraih kemenangan 2‑0 atas tuan rumah PSBS Biak pada pekan ke‑25 BRI Super League 2025/2026. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin penting bagi Semen Padang, tetapi juga menandai kebangkitan taktik counter‑attack yang menjadi andalan baru tim.
Persiapan Singkat, Hasil Besar
Imran mengakui bahwa persiapan tim hanya berlangsung dua hari sebelum pertandingan di Stadion Maguwoharjo, Sleman. “Meskipun persiapan singkat, pemain‑pemain tampil luar biasa. Mereka mampu mengeksekusi taktik dengan disiplin, terutama pada babak kedua,” ujarnya dalam konferensi pers yang dikutip dari laman resmi I.League.
Detik‑detik Penentuan
Gol pembuka datang pada menit ke‑70 lewat tendangan tajam Guillermo Fernandez, yang memanfaatkan ruang kosong setelah serangan balik cepat. Empat menit menjelang akhir waktu tambahan pertama, Fernandez kembali menambah satu angka, memastikan kemenangan 2‑0. Kedua gol tersebut merupakan hasil langsung dari perubahan taktik pada babak kedua, di mana Imran menekankan permainan lebih sabar pada babak pertama dan mengalihkan fokus ke serangan balik yang cepat di babak kedua.
Strategi Counter‑Attack yang Terbukti Efektif
Imran menilai bahwa lawan, PSBS Biak, memiliki pola permainan yang cenderung menekan di lini tengah. Dengan memanfaatkan celah di antara lini pertahanan lawan, Semen Padang menyiapkan serangan cepat melalui sayap kanan dan kiri, kemudian menyalurkan bola ke tengah bagi Fernandez yang berada dalam posisi mengancam. Pendekatan ini terbukti efektif, terutama setelah pergantian taktik di istirahat.
- Persiapan singkat: Hanya dua hari latihan intensif.
- Fokus taktik: Sabar di babak pertama, agresif dengan counter‑attack di babak kedua.
- Eksekusi: Dua gol oleh Guillermo Fernandez pada menit 70 dan 94+4.
Dampak Klasemen
Kemenangan ini mengangkat posisi Semen Padang dari peringkat 18 ke peringkat 16 dengan total 20 poin, menyamai Persijap Jepara dan Madura United FC. Sementara itu, PSBS Biak turun ke peringkat 17 dengan 18 poin. Perubahan posisi ini memberi tekanan baru pada tim‑tim lain di zona degradasi, terutama Persis Solo yang kini berada di zona juru kunci dengan 17 poin.
Pandangan Imran ke Depan
Meski bangga dengan hasil debut, Imran tetap realistis. “Kami sadar perjalanan masih panjang. Sepuluh pertandingan tersisa adalah laga final, dan kami harus mengumpulkan poin demi poin,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa semangat pemain dan adaptasi cepat terhadap taktik baru menjadi modal utama menjelang pertandingan selanjutnya, termasuk pertemuan melawan pemuncak klasemen Persib Bandung pada 5 April.
Imran juga menyoroti pentingnya konsistensi mental dan fisik. “Anak‑anak sangat antusias, mereka sudah punya fondasi yang kuat. Tugas kami adalah memolesnya agar dapat bersaing melawan tim papan atas,” pungkasnya. Dengan strategi counter‑attack yang sudah terbukti efektif, Semen Padang berharap dapat menyalip lebih banyak lawan dan mengamankan tempat aman di klasemen sebelum akhir musim.
