Keuangan.id – 17 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan tekanan penurunan meski pasar global masih dipengaruhi oleh ketidakpastian inflasi, kebijakan moneter Amerika Serikat, dan dinamika geopolitik. Pada sesi terbaru, indeks hanya bergerak marginal di atas level support penting, menandakan sentimen investor masih cenderung hati-hati.
Di tengah melemahnya indeks utama, sejumlah emiten menunjukkan sinyal teknikal yang mengindikasikan potensi rebound. Saham-saham seperti Astra International (ASII), Adaro Energy (ADRO), Merdeka Copper (MDKA), dan Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) berada pada zona oversold dan memperlihatkan pola pembalikan yang menarik bagi trader jangka pendek maupun menengah.
- ASII: Harga menembus di bawah moving average 20 hari namun telah menunjukkan bullish divergence pada indikator RSI, mengisyaratkan kemungkinan kenaikan kembali.
- ADRO: Memantul dari level support 1.350 ribu, dengan volume perdagangan yang meningkat secara signifikan, menandakan minat beli kembali.
- MDKA: Menguat melewati level resistance 1.800 ribu, didukung oleh pola candlestick bullish engulfing pada chart harian.
- CPIN: Menunjukkan crossover bullish pada moving average 50 dan 200 hari, serta berada di atas level support 1.100 ribu.
Para analis menyarankan investor untuk memperhatikan level support dan resistance utama serta konfirmasi tambahan dari indikator volume sebelum menambah posisi. Dengan volatilitas yang masih tinggi, strategi manajemen risiko tetap menjadi kunci dalam memanfaatkan peluang teknikal yang muncul.
Secara keseluruhan, meski IHSG masih berada dalam zona lesu, sektor-sektor tertentu menawarkan peluang upside yang dapat menjadi penyeimbang bagi portofolio yang terdiversifikasi.
