Keuangan.id – 01 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir sesi perdagangan hari ini berada di angka 7.048, mencatat penurunan sebesar 0,61 persen. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan melemahnya pasar saham di Asia, pelemahan rupiah, serta volatilitas harga minyak mentah yang terus memanas.
Kondisi Bursa Asia
Pasar saham utama di kawasan Asia, termasuk Jepang, China, Hong Kong, dan Singapura, menutup dengan catatan merah. Penurunan paling signifikan tercatat di Jepang, dimana Nikkei 225 turun sekitar 1,2 persen, diikuti oleh Shanghai Composite yang melemah 0,9 persen. Faktor utama penurunan adalah kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi global yang melambat serta dampak kenaikan harga energi.
Rupiah Melemah
Nilai tukar rupiah juga mengalami tekanan, menguat hanya 0,15 persen terhadap dolar AS pada penutupan. Kelemahan mata uang ini memperburuk sentimen investor domestik, terutama pada sektor yang bergantung pada impor bahan baku dan energi.
Harga Minyak yang Mengguncang
Harga minyak mentah terus berfluktuasi akibat ketegangan geopolitik dan kekhawatiran atas pasokan. Pada hari yang sama, Brent crude naik hingga $84,70 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) mencapai $81,30 per barel. Kenaikan harga energi menambah beban biaya produksi bagi perusahaan, sehingga menambah tekanan pada indeks saham.
Data Pergerakan Indeks dan Komoditas
| Instrumen | Perubahan |
|---|---|
| IHSG | -0,61% |
| Nikkei 225 | -1,2% |
| Shanghai Composite | -0,9% |
| Rupiah/USD | -0,15% |
| Brent | +0,8% |
| WTI | +0,7% |
Para analisanya menilai bahwa tekanan pada pasar masih berlanjut hingga ada kejelasan kebijakan moneter di Amerika Serikat dan penurunan tajam harga minyak. Investor disarankan untuk memperhatikan sektor defensif serta diversifikasi portofolio guna mengurangi risiko.
