IHSG Jebol 7.000: Tekanan Jual Berlanjut hingga Sesi Akhir

IHSG Jebol 7.000: Tekanan Jual Berlanjut hingga Sesi Akhir
IHSG Jebol 7.000: Tekanan Jual Berlanjut hingga Sesi Akhir

Keuangan.id – 08 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada sesi perdagangan pagi, menembus zona penting di bawah level 7.000 poin dan berakhir pada 6.971 poin pada sesi I. Penurunan ini mencerminkan tekanan jual yang menyebar luas di antara para pelaku pasar.

Berbagai faktor yang memicu aksi jual meliputi:

  • Kekhawatiran atas data ekonomi global yang lemah, terutama pertumbuhan manufaktur di Amerika Serikat dan Eropa.
  • Penguatan nilai tukar dolar AS yang menekan laba perusahaan multinasional.
  • Ketidakpastian kebijakan moneter Bank Indonesia terkait suku bunga.
  • Sentimen negatif terhadap sektor perbankan dan properti setelah laporan laba kuartal sebelumnya.

Berikut rangkuman pergerakan IHSG selama sesi perdagangan hari ini:

Waktu Indeks Perubahan
Pembukaan 7.050 +0,70%
Sesi I 6.971 -1,12%
Sesi II (perkiraan) 6.950‑6.980

Analisis teknikal menunjukkan bahwa level 7.000 kini berfungsi sebagai support baru yang rapuh. Jika tekanan jual tetap kuat, indeks berpotensi menembus zona 6.900‑6.800. Sebaliknya, adanya pembelian kembali (buy‑back) dari institusi dapat menstabilkan pergerakan dan memulihkan IHSG ke kisaran 7.050‑7.100 sebelum penutupan.

Investor disarankan untuk memperhatikan volume perdagangan serta indikator sentimen pasar. Memilih saham dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi dapat menjadi strategi defensif dalam menghadapi volatilitas yang diperkirakan akan berlanjut hingga sesi akhir.

Exit mobile version