Keuangan.id – 01 April 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa positif pada sesi pertama perdagangan Rabu, 1 April 2026. Setelah mengalami tekanan selama beberapa hari akibat ketegangan geopolitik, pasar saham Indonesia berhasil menembus level psikologis 7.100 dan menutup pada 7.150, naik 1,45 % atau setara 102,4 poin. Penguatan ini tidak lepas dari kombinasi sentimen fundamental yang mulai membaik serta konfirmasi teknikal yang menguat.
Faktor Fundamental yang Mendukung
Riset Phintraco Sekuritas menyoroti meredanya tensi antara Amerika Serikat dan Iran sebagai katalis utama. De‑eskalasi konflik tersebut menurunkan kecemasan investor global, sehingga aliran modal kembali mengalir ke pasar emerging, termasuk Indonesia. Di dalam negeri, pemerintah tengah merencanakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diperkirakan akan berdampak pada biaya transportasi dan konsumsi energi. Meskipun kenaikan BBM biasanya menjadi beban bagi konsumen, para analis menilai bahwa dampaknya terhadap profitabilitas korporasi dapat terkompensasi oleh kebijakan fiskal yang lebih longgar dan stimulus sektor industri.
Selain itu, fenomena work‑from‑home (WFH) yang semakin meluas memberikan dorongan pada sektor teknologi, layanan digital, dan perusahaan yang menyediakan solusi infrastruktur jaringan. Saham-saham unggulan dalam bidang ini, seperti Gojek, Telkom Indonesia, dan penyedia cloud lokal, mencatatkan kenaikan signifikan pada sesi perdagangan. Hal ini menambah optimism investor bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat meski terdapat tekanan inflasi.
Indikator Teknis Menguat
Dari sisi teknikal, IHSG berhasil menembus resistance di 7.100 dan kini berada dalam zona bullish antara 7.100 hingga 7.200. Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan histogram negatif menyusut, menandakan tekanan jual mulai memudar. Stochastic RSI juga bergerak naik, mengindikasikan momentum masih terjaga. Kombinasi indikator tersebut memberi sinyal bahwa indeks berada dalam fase akumulasi dan berpotensi melanjutkan kenaikan.
Volume perdagangan pada sesi I mencapai 16,41 juta saham dengan nilai transaksi Rp 8,63 triliun, mengindikasikan likuiditas yang cukup tinggi. Frekuensi transaksi tercatat 1,11 juta kali, menandakan partisipasi aktif investor ritel maupun institusi.
Distribusi Saham Naik dan Turun
Secara kuantitatif, 502 saham tercatat menguat, 210 saham menurun, dan 243 saham tetap stabil. Saham-saham yang mencatat penguatan terbesar meliputi KOCI (Kobexindo), ESIP (Epsilon), ALKA (Alkindo), YPAS (Yapika), WOWS (WowS), FIRE (Fire), BULL (Bull), dan TRON (Tron). Sebaliknya, tekanan paling dalam terlihat pada DATA, TALF, ATAP, FWCT, WEHA, POLA, BUKK, dan PPRE.
Proyeksi Analis dan Target Harga
Beberapa analis pasar, termasuk tim dari Jagokan Saham, GJTL, EXCL, hingga MDKA, menilai bahwa IHSG masih memiliki ruang untuk rebound lebih lanjut. Dengan memperhitungkan dukungan teknikal, sentimen global yang kembali tenang, serta prospek sektoral yang menguat, proyeksi jangka pendek menargetkan indeks mencapai 7.200 dalam beberapa sesi ke depan. Jika level resistance 7.200 berhasil ditembus, indeks berpotensi menguji level psikologis 7.300, sejalan dengan pola pergerakan historis setelah periode konsolidasi.
Risiko yang Perlu Diperhatikan
Meski outlook positif, terdapat beberapa risiko yang dapat menghambat momentum IHSG. Kenaikan harga BBM dapat menambah tekanan inflasi, memicu kebijakan moneter yang lebih ketat, atau mengurangi daya beli konsumen. Selain itu, ketidakpastian geopolitik di wilayah lain, seperti konflik di Eropa Timur, tetap dapat memicu volatilitas pasar global. Investor disarankan untuk memantau data inflasi, keputusan Bank Indonesia mengenai suku bunga, serta perkembangan kebijakan fiskal terkait subsidi energi.
Secara keseluruhan, kombinasi faktor fundamental yang mulai membaik, dukungan teknikal yang solid, serta dinamika sektoral yang menguntungkan memberikan landasan kuat bagi IHSG untuk melanjutkan penguatannya menuju level 7.200. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat potensi risiko eksternal yang masih mengintai.
