Keuangan.id – 30 Maret 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan koreksi pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026, seiring dengan sentimen risk‑off yang melanda pasar Asia. Penurunan awal minggu ini dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, serta kekhawatiran inflasi global yang dapat menahan kebijakan moneter bank sentral.
Faktor‑faktor Penggerak Penurunan IHSG
Beberapa faktor eksternal menjadi penyebab utama melemahnya IHSG pada sesi pembukaan:
- Perpanjangan aksi militer AS terhadap infrastruktur energi Iran hingga 6 April, termasuk penempatan tambahan 10.000 pasukan.
- Blokade Selat Hormuz oleh Garda Revolusi Iran, yang menghambat jalur pengiriman 15‑20 juta barel minyak per hari.
- Kenaikan harga minyak mentah Brent dan WTI yang tetap di atas US$100 per barel, menambah tekanan inflasi.
- Ketidakstabilan politik di AS akibat aksi demonstrasi besar‑besaran “No Kings” yang menambah ketidakpastian kebijakan ekonomi.
Di dalam negeri, investor masih menunggu data inflasi Indonesia serta data tenaga kerja (payroll) AS yang dijadwalkan rilis dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini mendorong strategi “wait and see” di kalangan pelaku pasar.
Prediksi Teknis dan Level Kunci
Analisis teknikal menunjukkan IHSG berada di zona support sekitar 6.938 dan resistance di 7.260 menurut VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi. Sementara itu, Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyoroti support di 7.059 dan resistance di 7.136. Indikator MACD menujukkan momentum menurun, dan RSI mendekati area oversold, mengindikasikan potensi penurunan lebih lanjut bila sentimen global tidak membaik.
Saham‑Saham yang Patut Dipantau
Beberapa saham unggulan direkomendasikan untuk diamati pada awal pekan ini, antara lain:
- AKRABINDO (AKRA) – saham pertambangan yang sensitif terhadap harga komoditas.
- Dananjaya (DSNG) – perusahaan infrastruktur yang dipengaruhi oleh kebijakan fiskal.
- Bank‑bank besar seperti BBRI dan BMRI yang cenderung lebih stabil dalam volatilitas pasar.
Investor disarankan untuk menyesuaikan posisi dengan level support/resistance yang telah disebutkan, serta memperhatikan volume perdagangan untuk mengkonfirmasi arah pergerakan.
Strategi Investasi di Tengah Ketidakpastian
Para analis menyarankan pendekatan konservatif:
- Wait and see – menunggu konfirmasi data ekonomi domestik dan internasional.
- Diversifikasi – menyeimbangkan portofolio antara saham defensif, sektor keuangan, dan komoditas.
- Manajemen risiko – menempatkan stop‑loss di sekitar level support terdekat untuk melindungi modal.
Dengan volatilitas yang tinggi, penting bagi investor ritel maupun institusi untuk tetap disiplin terhadap rencana investasi dan tidak terjebak pada pergerakan harga jangka pendek.
Secara keseluruhan, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran lemah pada hari Senin, dengan potensi berlanjutnya koreksi bila situasi geopolitik tidak menunjukkan perbaikan. Namun, adanya dukungan teknikal di level support tertentu dapat menahan penurunan yang lebih tajam, memberikan ruang bagi pembeli untuk masuk kembali pada harga yang lebih murah.
